Ombudsman Tinjau Layanan Haji Ramah Lansia di Embarkasi Banjarmasin
Ombudsman Tinjau Layanan Haji Ramah Lansia di Embarkasi Banjarmasin

Ombudsman Tinjau Layanan Haji Ramah Lansia di Embarkasi Banjarmasin

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan ke Embarkasi Haji Banjarmasin pada hari Rabu, 12 Mei 2024 untuk menilai kesiapan layanan yang ramah bagi jamaah haji berusia lanjut. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap implementasi kebijakan pemerintah yang menekankan kemudahan dan kenyamanan bagi lansia dalam melaksanakan ibadah haji.

Tim Ombudsman, yang dipimpin oleh Kepala Divisi Pengawasan Layanan Publik, menilai beberapa aspek penting, antara lain:

  • Ketersediaan fasilitas medis khusus, seperti ruang perawatan dan tenaga medis berpengalaman dalam menangani kebutuhan kesehatan lansia.
  • Pengaturan jadwal keberangkatan yang memperhitungkan mobilitas terbatas, termasuk penyesuaian waktu naik turun kendaraan.
  • Fasilitas akomodasi yang dilengkapi dengan tempat tidur yang ergonomis, pegangan tangan, serta aksesibilitas yang memudahkan pergerakan.
  • Penyediaan informasi dan panduan perjalanan dalam format yang mudah dipahami, termasuk penggunaan bahasa yang sederhana dan visual yang jelas.

Dalam pernyataannya, Kepala Divisi menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Agama, lembaga penyelenggara haji, dan pihak lokal untuk menjamin standar pelayanan yang konsisten. Ia menambahkan bahwa lansia memerlukan perhatian khusus karena rentan terhadap kondisi kesehatan yang memburuk selama perjalanan jauh.

Pihak Embarkasi Banjarmasin menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan fasilitas. Direktur Operasional Embarkasi menyampaikan bahwa mereka telah menyiapkan tim medis 24 jam, serta menambah jumlah staf pendamping khusus untuk membantu jamaah lansia selama proses check‑in, boarding, dan selama di bandara.

Hasil tinjauan sementara menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan fasilitas, masih terdapat beberapa tantangan, seperti kebutuhan akan pelatihan tambahan bagi petugas layanan frontliner dalam menangani situasi darurat medis lansia, serta perlunya penyesuaian jadwal yang lebih fleksibel untuk menghindari kepadatan pada saat boarding.

Ombudsman menindaklanjuti temuan tersebut dengan rekomendasi tertulis yang akan diserahkan kepada Kementerian Agama dan Pengelola Embarkasi Haji. Rekomendasi mencakup peningkatan jumlah tenaga medis, penyediaan alat bantu mobilitas, serta pengembangan modul pelatihan khusus bagi petugas layanan publik.

Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan layanan haji di Embarkasi Banjarmasin dapat menjadi contoh terbaik dalam memberikan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan layak bagi jamaah lansia, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas layanan haji di Indonesia.