Menko Muhaimin: Koperasi Desa Milik Pemerintah Jadi Kekuatan Capai Kemandirian Pangan
Menko Muhaimin: Koperasi Desa Milik Pemerintah Jadi Kekuatan Capai Kemandirian Pangan

Menko Muhaimin: Koperasi Desa Milik Pemerintah Jadi Kekuatan Capai Kemandirian Pangan

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Koperasi Desa Milik Pemerintah (Kopdes MP) menjadi pilar penting dalam upaya pemerintah mencapai kemandirian pangan nasional. Menko Muhaimin menambahkan bahwa melalui penguatan Kopdes MP, petani kecil dapat meningkatkan produktivitas, mengakses pasar yang lebih luas, serta memperoleh dukungan teknis dan finansial yang memadai.

Ia menyoroti bahwa kemandirian pangan bukan sekadar meningkatkan volume produksi, melainkan memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh rantai nilai, mulai dari benih, input pertanian, hingga distribusi. “Kopdes MP merupakan jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat desa, sehingga dapat mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan pertanian modern ke lapangan,” ujar Muhaimin dalam konferensi pers di Jakarta.

Berbagai langkah konkret telah direncanakan, antara lain:

  • Penyediaan modal usaha melalui skema kredit lunak bagi koperasi desa.
  • Penyuluhan intensif tentang teknik budidaya ramah lingkungan dan penggunaan varietas unggul.
  • Pembangunan fasilitas pengolahan pasca panen di tingkat desa untuk mengurangi kehilangan hasil produksi.
  • Pembentukan jaringan pemasaran digital yang memudahkan petani menjual produk secara langsung ke konsumen akhir.

Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas utama pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Berikut adalah target produksi dan capaian tahun-tahun sebelumnya:

Tahun Padi (juta ton) Jagung (juta ton) Kedelai (juta ton)
2021 57,5 30,2 11,4
2022 58,1 31,0 11,8
2023 58,7 31,5 12,1

Dengan dukungan Kopdes MP, diharapkan angka produksi akan terus naik, mendekati target kemandirian pangan sebesar 100% untuk beras dan 80% untuk komoditas lainnya pada 2030. Menko Muhaimin menutup dengan harapan seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, dapat berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.