Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa hampir dua ratus ribu anak di Indonesia telah terpapar konten judi daring. Data tersebut berasal dari hasil survei internal Kementerian yang menelaah aktivitas digital remaja pada rentang usia 10 hingga 17 tahun.
Faktor-faktor utama yang mendorong paparan
- Kurangnya pengawasan orang tua – Banyak orang tua tidak mengetahui jejak digital anaknya atau tidak memiliki kontrol yang memadai pada perangkat yang digunakan.
- Strategi pemasaran agresif – Operator judi daring sering menggunakan iklan tersembunyi, hadiah virtual, dan influencer untuk menarik minat remaja.
- Kemudahan akses – Aplikasi mobile dan situs web yang tidak memerlukan verifikasi identitas memungkinkan anak-anak masuk dengan mudah.
Langkah-langkah penanggulangan yang direncanakan
Meutya Hafid menekankan bahwa pemerintah akan memperkuat regulasi serta meningkatkan edukasi digital bagi keluarga dan sekolah. Beberapa poin utama kebijakan yang akan dipercepat antara lain:
- Penerapan verifikasi usia yang ketat pada semua platform permainan daring.
- Penambahan filter konten pada layanan internet yang dapat memblokir situs judi.
- Peningkatan sosialisasi tentang bahaya judi online melalui program literasi digital di sekolah.
- Kerjasama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memantau dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
Selain itu, kementerian berencana meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Bermain Aman, Belajar Cerdas” yang menargetkan remaja usia sekolah. Kampanye ini akan menggabungkan materi video, poster, serta modul pembelajaran yang dapat diakses secara gratis.
Meutya Hafid mengingatkan bahwa peran semua pemangku kepentingan sangat penting. “Orang tua, guru, serta penyedia platform harus bersinergi untuk melindungi generasi muda dari bahaya perjudian digital,” ujarnya dalam konferensi pers.
Dengan angka hampir 200 ribu anak yang terpapar, pemerintah menilai bahwa tindakan cepat dan terpadu menjadi kunci untuk menurunkan tren ini dan menjaga kesejahteraan psikologis serta finansial generasi mendatang.







