Menlu Rubio Ungkap Ada Peluang AS dan Iran Capai Kesepakatan Soal Nuklir
Menlu Rubio Ungkap Ada Peluang AS dan Iran Capai Kesepakatan Soal Nuklir

Menlu Rubio Ungkap Ada Peluang AS dan Iran Capai Kesepakatan Soal Nuklir

Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Warga Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan keyakinannya bahwa ada peluang signifikan bagi kedua negara untuk menandatangani kesepakatan sementara terkait program nuklir Iran. Menurut Rubio, diplomasi yang intensif dan tekanan ekonomi yang terkoordinasi dapat membuka ruang bagi Tehran untuk kembali ke meja perundingan.

Rubio menambahkan bahwa Pemerintah AS telah menyiapkan beberapa skenario negosiasi, termasuk kemungkinan pelonggaran sanksi yang bersyarat bila Iran bersedia menahan atau mengurangi aktivitas pengayaan uranium. Ia menekankan bahwa kesepakatan semacam itu tidak hanya akan mengurangi ketegangan regional, tetapi juga memperkuat posisi Amerika dalam menjaga non‑proliferasi nuklir secara global.

  • Fokus utama: Memastikan Iran mematuhi batasan pengayaan uranium di bawah 3,67%.
  • Sanksi: Pengurangan sanksi ekonomi akan bergantung pada verifikasi independen oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
  • Jadwal: Negosiasi diharapkan selesai dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Rubio juga menyinggung peran sekutu regional, khususnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang diyakini akan mendukung inisiatif diplomatik ini asalkan kepentingan keamanan mereka terjaga. Di samping itu, pihak Amerika menegaskan komitmen untuk tetap memantau kepatuhan Iran secara ketat melalui inspeksi rutin IAEA.

Jika tercapai, kesepakatan sementara ini dapat menjadi pijakan penting menuju perjanjian nuklir yang lebih komprehensif, mirip dengan yang pernah disepakati pada 2015 antara enam pihak (P5+1) dan Iran. Namun, Rubio mengingatkan bahwa semua pihak harus bersedia berkompromi dan menahan tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.

Dalam pernyataannya, Rubio menutup dengan harapan bahwa “dialog konstruktif” akan menjadi landasan utama dalam menavigasi tantangan nuklir yang terus berkembang di Timur Tengah.