Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 815,56 miliar untuk mendukung program konversi kompor gas LPG ke kompor listrik. Program ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG, menurunkan beban devisa, serta mempercepat transisi energi bersih di sektor rumah tangga.
Usulan tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi Kementerian Keuangan dan diproyeksikan akan mulai diimplementasikan pada tahun 2024 dengan target pencapaian signifikan pada tahun 2027.
- Pengurangan impor LPG diperkirakan mencapai 30% dibandingkan dengan volume 2023.
- Penghematan devisa negara diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,5 triliun per tahun.
- Peningkatan penggunaan energi listrik terbarukan dalam rumah tangga.
- Peningkatan keamanan dan kesehatan karena berkurangnya kebocoran gas.
Rincian alokasi anggaran meliputi:
| Komponen | Anggaran (Rp Miliar) |
|---|---|
| Penyediaan kompor listrik bersubsidi | 450 |
| Pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat | 120 |
| Pembangunan infrastruktur listrik di daerah terpencil | 180 |
| Monitoring, evaluasi, dan administrasi | 65,56 |
Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak swasta. Pemerintah berencana memberikan subsidi langsung kepada konsumen yang beralih ke kompor listrik, serta menyediakan paket kredit lunak bagi produsen kompor listrik domestik.
Jika berhasil, konversi kompor listrik tidak hanya akan menurunkan beban impor LPG, tetapi juga akan memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung komitmen Indonesia pada agenda dekarbonisasi.




