Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, memimpin serangkaian pertemuan dengan pengusaha dari Filipina untuk membahas peluang kerja sama berbasis sistem barter. Pertemuan yang diadakan di Jakarta ini dihadiri oleh perwakilan asosiasi produsen, eksportir, dan importir kedua negara.
Barter dipandang sebagai alternatif praktis untuk mengatasi kendala mata uang dan fluktuasi nilai tukar. Dalam skema yang diusulkan, barang-barang unggulan Indonesia seperti beras, kopi, dan produk perikanan akan ditukarkan dengan komoditas Filipina seperti pisang, kelapa, serta barang elektronik ringan.
- Manfaat bagi Indonesia: memperluas pangsa pasar produk pertanian dan meningkatkan nilai ekspor tanpa harus bergantung pada devisa.
- Manfaat bagi Filipina: memperoleh bahan pangan strategis serta membuka akses ke teknologi manufaktur Indonesia.
Untuk mengimplementasikan sistem ini, kementerian perdagangan berencana membentuk tim khusus yang akan menyusun prosedur operasional standar, termasuk mekanisme penilaian nilai tukar barang, prosedur logistik, serta jaminan mutu. Tim tersebut juga akan mengadakan pelatihan bagi pelaku usaha agar dapat menavigasi proses barter secara transparan dan efisien.
Selain itu, Budi Santoso menekankan pentingnya dukungan lembaga keuangan dalam menyediakan fasilitas pembiayaan yang dapat melengkapi transaksi barter, misalnya melalui surat kredit atau jaminan bank. Dengan sinergi antara sektor publik dan swasta, diharapkan kerja sama ini dapat menjadi model bagi negara-negara ASEAN lainnya.
Langkah konkret berikutnya meliputi penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan Indonesia dan Departemen Perdagangan Filipina, serta penetapan target volume pertukaran barang dalam jangka waktu satu tahun pertama.




