Menteri Pertanian: Indonesia Capai Swasembada Pangan Sesuai Standar FAO
Menteri Pertanian: Indonesia Capai Swasembada Pangan Sesuai Standar FAO

Menteri Pertanian: Indonesia Capai Swasembada Pangan Sesuai Standar FAO

Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai status swasembada pangan dengan mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa‑Bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada akhir pekan ini.

  • Beras: 95 % pada tahun 2023, naik dari 90 % pada tahun sebelumnya.
  • Jagung: 84 % pada tahun 2023, menunjukkan peningkatan signifikan setelah program diversifikasi lahan.
  • Kedelai: 63 % pada tahun 2023, masih berada di bawah target 70 % namun mengalami tren naik.
  • Gandum: 41 % pada tahun 2023, menandakan ketergantungan impor masih tinggi.

Data tersebut menunjukkan kemajuan yang cukup berarti, terutama pada komoditas beras yang menjadi staple utama masyarakat Indonesia. Peningkatan tersebut didorong oleh program intensifikasi pertanian, penyediaan benih unggul, serta subsidi pupuk yang diperluas pada 2022‑2023.

Meski capaian ini patut diapresiasi, Menteri Amran menekankan bahwa tantangan masih tetap ada. Ketersediaan air irigasi yang tidak merata, perubahan iklim, serta tekanan harga global menjadi faktor yang dapat memengaruhi ketahanan pangan ke depan. Oleh karena itu, pemerintah berencana meluncurkan serangkaian kebijakan tambahan, antara lain:

  1. Peningkatan investasi pada teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan efisiensi lahan.
  2. Pengembangan varietas tahan iklim pada komoditas strategis seperti kedelai dan gandum.
  3. Peningkatan jaringan distribusi pangan di daerah terpencil untuk mengurangi kehilangan hasil panen.
  4. Peningkatan koordinasi dengan lembaga internasional dalam pemantauan stok pangan.

Selain itu, Kementerian Pertanian akan terus memantau capaian swasembada setiap kuartal, menyesuaikan kebijakan sesuai dinamika pasar, dan memastikan bahwa target swasembada nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.