Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Menteri Pertanian Indonesia menegaskan bahwa harga minyak sawit yang dibeli langsung dari petani telah kembali berada pada level normal setelah mengalami penurunan signifikan pada kuartal sebelumnya.
Data resmi Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa harga tandan buah segar (TBS) stabil di kisaran Rp5.500 – Rp5.800 per kilogram, yang berada di atas batas bawah minimum (Rp5.200) dan mendekati rata‑rata historis (Rp5.600).
| Periode | Harga Rata‑rata (Rp/kg) |
|---|---|
| Q1 2024 | 5.200 |
| Q2 2024 | 5.600 |
| Q3 2024 (proyeksi) | 5.700 |
Berikut beberapa langkah utama yang dilakukan pemerintah untuk mengembalikan harga ke tingkat yang wajar:
- Pengawasan ketat terhadap transaksi TBS di pasar domestik dan ekspor.
- Peningkatan mekanisme penetapan harga minimum melalui koordinasi dengan Asosiasi Minyak Sawit Indonesia (Amas).
- Pemberian insentif bagi petani yang menerapkan teknologi peningkatan hasil dan kualitas buah.
- Penguatan jaringan distribusi agar pasokan TBS tidak terhambat oleh logistik.
Dengan harga yang kembali stabil, Kementerian Pertanian memperkirakan potensi kenaikan pendapatan petani sawit hingga 10 % dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sekitar 15 juta petani yang tergantung pada sektor sawit, baik sebagai pemilik lahan maupun pekerja.
Menteri menambahkan bahwa pemantauan harga akan terus dilakukan secara real‑time melalui sistem digital yang terintegrasi antara pemerintah, pedagang, dan koperasi petani. Jika terjadi fluktuasi yang tidak diinginkan, pemerintah siap melakukan intervensi cepat untuk melindungi kepentingan petani.
Penguatan sektor sawit tidak hanya penting bagi pendapatan petani, tetapi juga bagi devisa negara, mengingat Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.




