Menteri Pertanian Tinjau Pemukiman dan Sawah Terdampak Banjir di Sulawesi Tenggara
Menteri Pertanian Tinjau Pemukiman dan Sawah Terdampak Banjir di Sulawesi Tenggara

Menteri Pertanian Tinjau Pemukiman dan Sawah Terdampak Banjir di Sulawesi Tenggara

Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan lapangan ke Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk meninjau dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini dilakukan setelah intensitas hujan tinggi menyebabkan meluapnya beberapa sungai, menenggelamkan pemukiman warga dan menggenangi lahan pertanian, khususnya sawah.

Di lokasi, Menteri bersama timnya memeriksa kondisi rumah-rumah yang terdampak, menilai tingkat kerusakan struktural, serta berdiskusi dengan korban mengenai kebutuhan mendesak. Selain itu, beliau meninjau area persawahan yang terendam air, mengidentifikasi luas lahan yang hilang produktivitasnya, dan memperkirakan potensi kerugian hasil panen.

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Menteri selama peninjauan:

  • Penilaian kerusakan rumah: sebagian besar bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, namun ada sejumlah rumah yang harus dipindahkan karena risiko keselamatan.
  • Kondisi sawah: lebih dari 500 hektar sawah terendam, diperkirakan mengakibatkan penurunan produksi padi hingga 30 persen pada musim tanam berikutnya.
  • Bantuan darurat: pemerintah akan menyediakan paket bantuan berupa bahan makanan, perlengkapan kebersihan, dan dana bantuan tunai bagi keluarga yang terdampak.
  • Dukungan pertanian: distribusi bibit unggul, pupuk, dan pestisida akan dipercepat untuk membantu petani memulihkan lahan setelah air surut.
  • Koordinasi lintas sektor: Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan untuk mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

Menteri menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya banjir yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Ia mengajak seluruh pihak terkait untuk meningkatkan sistem peringatan dini, memperbaiki infrastruktur drainase, dan mengimplementasikan teknik pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrim.

Selain itu, Andi Amran Sulaiman menyampaikan rasa empati kepada warga yang kehilangan harta benda dan mengajak mereka untuk tetap optimis dalam memulihkan kehidupan serta produktivitas pertanian. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan dukungan berkelanjutan hingga kondisi pulih sepenuhnya.