Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang perempuan, Menteri Perhubungan, Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PPPA) mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus perempuan pada kereta komuter (KRL) menjadi posisi tengah, bukan lagi di ujung kereta seperti selama ini.
Usulan ini disampaikan pada rapat koordinasi dengan pihak Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemangku kebijakan transportasi pada tanggal 25 April 2024. Menurut Menteri, penempatan di tengah akan meminimalisir risiko penumpang perempuan harus berpindah gerbong ketika gerbong khusus penuh, serta mempermudah akses menuju gerbong tersebut dari semua pintu masuk stasiun.
Namun, respons yang diberikan oleh Direktur Utama KAI, Ir. Irwan Sutrisno, cukup tajam. Ia menilai usulan tersebut kurang realistis mengingat tantangan operasional dan keselamatan yang masih menyangkut insiden terbaru di jalur KRL Bekasi.
- Ir. Irwan menekankan bahwa penempatan gerbong di tengah dapat mengganggu alur evakuasi darurat.
- Ia menambahkan bahwa kecelakaan di Bekasi pada 22 April 2024 yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan penumpang masih menjadi sorotan utama KAI dalam upaya perbaikan keselamatan.
- Direktur menyarankan agar fokus diarahkan pada peningkatan fasilitas keamanan, seperti pemasangan CCTV, pengawasan petugas, dan penegakan aturan berpakaian serta perilaku di dalam gerbong.
Kecelakaan di Bekasi terjadi ketika sebuah kereta KRL menabrak kereta barang di jalur ganda, mengakibatkan kerusakan signifikan pada dua gerbong pertama. Hingga kini, pihak berwenang telah mengevakuasi korban, dengan tiga korban meninggal dunia dan 27 lainnya dirawat di rumah sakit.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PPPA menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi penumpang perempuan, sekaligus menyatakan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan KAI dalam mencari solusi yang tidak mengorbankan keselamatan operasional.
Diskusi lebih lanjut dijadwalkan akan dilaksanakan pada pertemuan lanjutan antara Kementerian Perhubungan dan KAI pada minggu depan, dengan harapan dapat menemukan penempatan gerbong yang optimal dan tetap menjaga standar keselamatan yang tinggi.




