Frankenstein45.Com – 26 Juni 2026 | Ketegangan yang sempat memuncak di Selat Hormuz mulai mereda setelah pihak-pihak terkait melakukan dialog diplomatik intensif. Penurunan ketegangan ini segera tercermin dalam pergerakan harga minyak dunia, terutama pada dua benchmark utama, Brent dan West Texas Intermediate (WTI).
Di pasar domestik Indonesia, harga minyak mentah Brent dan WTI mengalami koreksi tipis. Brent turun sekitar 0,2% menjadi USD 85,30 per barel, sementara WTI melambat 0,3% menjadi USD 81,10 per barel. Pergerakan ini meski kecil, memberi sinyal stabilisasi pasokan minyak global.
| Komoditas | Harga Sebelum | Harga Sesudah | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Brent | USD 85,50 | USD 85,30 | -0,2% |
| WTI | USD 81,30 | USD 81,10 | -0,3% |
Meredanya ketegangan di Selat Hormuz dipicu oleh beberapa faktor, antara lain pernyataan bersama negara-negara produsen minyak untuk menahan aksi militer, serta upaya penyelesaian sengketa jalur pelayaran melalui perundingan multilateral. Dengan jalur pengiriman kembali terbuka, risiko gangguan pasokan berkurang signifikan.
Bagi konsumen dan pelaku industri di Indonesia, koreksi harga ini dapat menurunkan tekanan inflasi energi dalam jangka pendek. Namun, para analis memperingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi mengingat faktor geopolitik lain yang masih belum stabil.
Ke depannya, pasar akan terus memantau perkembangan politik di kawasan Timur Tengah serta kebijakan produksi OPEC+. Jika ketegangan tetap terkendali, tren penurunan harga dapat berlanjut, namun potensi gangguan mendadak tetap menjadi risiko utama.




