Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Surat Thani – Pada Senin (tanggal tidak disebutkan), General Manager PC Siam Petroleum, Letnan Kolonel Chamnong Wibulsin, membantah keras tuduhan pemerintah bahwa perusahaan tersebut menimbun bahan bakar senilai 57 juta liter. Penolakan itu datang bersamaan dengan penyelidikan intensif yang menyoroti jaringan bisnis keluarga Lueangkamthon, pemilik mayoritas perusahaan.
Kasus menimbun bahan bakar muncul setelah otoritas menelusuri lima depot berikat yang dimiliki PC Siam, terutama depot Tha Thong di Surat Thani, yang diduga menjadi titik akumulasi cadangan bahan bakar. Pemerintah menuduh perusahaan menyimpan volume bahan bakar secara tidak sah, mengganggu pasokan nasional dan menimbulkan kerugian bagi konsumen.
Sejarah dan Pertumbuhan PC Siam Petroleum
PC Siam Petroleum didirikan pada 18 Oktober 1990 oleh Pornchai Lueangkamthon di Surat Thani. Awalnya beroperasi sebagai pedagang bahan bakar, perusahaan kemudian memperoleh status Section 7 oil trader, yang memperbolehkan impor, penyimpanan, dan distribusi bahan bakar secara legal. Sejak 1992, merek “PC” muncul pertama kali pada stasiun pengisian di distrik Tha Chang, dan jaringan kini meliputi lebih dari 30 stasiun di provinsi Surat Thani dan sekitarnya.
Namun, PC Siam bukan sekadar jaringan stasiun bensin. Data bisnis menunjukkan bahwa grup ini menguasai aset total lebih dari 2,132 miliar baht, menghasilkan pendapatan lebih dari 1,841 miliar baht, dan memiliki keterkaitan dengan setidaknya 26 perusahaan yang bergerak di sektor energi, logistik, pertambangan, agrikultur, dan properti.
Kepemilikan Keluarga yang Terpusat
Struktur kepemilikan PC Siam sangat terpusat pada keluarga Lueangkamthon. Pornchai Lueangkamthon memegang 95,78% saham, yakni 47,89 juta lembar saham senilai sekitar 921 juta baht, menjadikannya pengendali mutlak. Anggota keluarga lainnya, seperti Priyanuch Lueangkamthon (1,80%), Chaiwat Lueangkamthon (1,20%), dan Porntip Lueangkamthon (1,20%), masing‑masing memiliki kepemilikan minoritas namun tetap terhubung dengan puluhan perusahaan lain dalam grup.
Penguasaan saham yang hampir eksklusif ini memperkuat posisi keluarga dalam mengambil keputusan strategis, termasuk kebijakan operasional depot, armada transportasi, dan diversifikasi usaha.
Infrastruktur Logistik yang Luas
Empat depot berikat yang dimiliki PC Siam tersebar di Surat Thani (Tha Thong), Songkhla, Bang Pakong (Chachoengsao), dan Nakhon Sawan. Dari depot‑depot tersebut, armada lebih dari 100 truk berkapasitas 30‑32 ton mengangkut bahan bakar ke stasiun penjualan dan retailer kecil di wilayah Upper South Thailand. Selain itu, PC Petroleum and Terminal Co Ltd (PC Terminal) mengembangkan lebih dari 70 rai lahan di kanal Tha Thong menjadi pelabuhan dan hub kargo, lengkap dengan dermaga, gudang, serta fasilitas penanganan kontainer.
Di sisi maritim, Siam Nawi Co Ltd mengoperasikan kapal tanker dan kargo kering yang melayani pengiriman bahan bakar, pupuk, gypsum, batu bara, hingga beras. Kombinasi kontrol darat dan laut memberikan grup keunggulan kompetitif dalam rantai pasokan energi.
Diversifikasi Usaha di Luar Minyak
Selain sektor energi, grup Lueangkamthon menancapkan kaki di bidang pertambangan, khususnya gypsum dan anhidrit melalui perusahaan seperti Laiyamat Co Ltd dan Sakchai Co Ltd. Perdagangan mineral dan ekspor dijalankan oleh Gypsum Trading 2004 (Thailand) Co Ltd. Diversifikasi ini menambah kompleksitas jaringan bisnis dan menimbulkan pertanyaan tentang aliran dana serta potensi konflik kepentingan dalam penyelidikan kasus penimbunan bahan bakar.
Para pengamat menilai bahwa kontrol penuh atas infrastruktur penyimpanan dan transportasi memberi PC Siam kemampuan untuk mengatur volume bahan bakar yang beredar di pasar, sehingga tuduhan penimbunan tidak dapat diabaikan begitu saja. Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa semua operasi berjalan sesuai peraturan bea cukai dan perizinan yang berlaku.
Reaksi Pemerintah dan Langkah Selanjutnya
Pemerintah Thailand, melalui Kementerian Energi, telah menuntut audit independen atas semua depot berikat milik PC Siam. Jika terbukti adanya penyimpangan, perusahaan dapat dikenai denda besar, pencabutan lisensi, atau bahkan proses hukum terhadap pemiliknya.
Sementara itu, konsumen di wilayah Surat Thani melaporkan adanya fluktuasi harga bahan bakar dalam beberapa minggu terakhir, menambah tekanan publik terhadap pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus ini dengan transparan.
Dengan jaringan bisnis yang luas, kepemilikan yang hampir seluruhnya terpusat pada satu keluarga, serta dugaan penimbunan bahan bakar dalam skala besar, PC Siam Petroleum berada di persimpangan penting antara pertumbuhan ekonomi regional dan penegakan regulasi energi nasional. Penyelesaian kasus ini akan menjadi tolok ukur bagi pengawasan sektor energi di Thailand ke depan.




