Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan

Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan

Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Gus Lilur, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), menegaskan bahwa Muktamar ke-35 harus dijadikan ajang pemurnian internal, bukan sarana perebutan kekuasaan. Ia mengingatkan bahwa organisasi terbesar di Indonesia ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesatuan umat dan menegakkan nilai-nilai keislaman yang moderat.

Dalam pernyataannya, Gus Lilur menyoroti beberapa hal penting:

  • Perlu memperkuat mekanisme seleksi kader yang transparan dan akuntabel.
  • Menjaga independensi kepemimpinan NU dari intervensi politik eksternal.
  • Mengutamakan pembinaan spiritual dan pendidikan bagi anggota, terutama generasi muda.

Ia juga mengkritik kecenderungan beberapa pihak yang mencoba memanfaatkan forum Muktamar untuk kepentingan pribadi atau kelompok, yang dapat menggerogoti kepercayaan anggota NU secara keseluruhan.

Sejumlah tokoh lain di kalangan NU menyambut seruan Gus Lilur dengan dukungan penuh, menekankan bahwa proses pemurnian harus dilakukan secara kolektif dan berlandaskan pada prinsip keadilan serta keberagaman tradisi dalam organisasi.

Muktamar ke-35 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan agenda utama meliputi pemilihan pengurus, penetapan kebijakan strategis, serta evaluasi program-program sosial dan keagamaan yang telah dijalankan. Semua peserta diharapkan dapat menjadikan forum ini sebagai momentum untuk memperkuat integritas organisasi dan menegakkan semangat kebersamaan.