Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Lembaga riset NEXT Indonesia Center mengungkap bahwa pola penyaluran kredit perbankan di Indonesia mengalami pergeseran signifikan dari sektor konsumsi ke sektor produktif. Data yang dihimpun selama kuartal pertama 2024 menunjukkan peningkatan alokasi kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri manufaktur, sementara kredit untuk pembelian barang konsumen menurun.
- Kebijakan moneter yang menekankan dukungan pada investasi produktif untuk mengatasi inflasi.
- Program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan subsidi bunga bagi pelaku usaha.
- Kesadaran bank akan pentingnya menurunkan risiko kredit macet dengan memfokuskan pembiayaan pada sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Angka realisasi kredit produktif pada akhir Maret 2024 mencapai 42,5% dari total kredit bank, naik 5 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, kredit konsumsi turun menjadi 33,2%, mencerminkan pergeseran preferensi pembiayaan.
Para analis menilai pergeseran ini dapat memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kredit produktif diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis pajak. Namun, tantangan tetap ada, antara lain:
- Masih terbatasnya akses pembiayaan bagi usaha di daerah terpencil.
- Kurangnya kemampuan manajerial pada beberapa UMKM yang dapat meningkatkan risiko kredit.
- Ketergantungan pada kebijakan fiskal yang belum tentu berkelanjutan.
Untuk mengoptimalkan dampak positif, NEXT merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain memperkuat mekanisme penilaian kredit berbasis data digital, meningkatkan kapasitas lembaga keuangan non‑bank dalam menyalurkan pembiayaan, serta memperluas program jaminan pemerintah bagi usaha dengan risiko menengah.
Secara keseluruhan, pergeseran kredit ke sektor produktif menandakan adanya penyesuaian struktural dalam sistem keuangan Indonesia, yang berpotensi mendukung agenda pemulihan ekonomi pasca‑pandemi dan mempercepat pencapaian target pertumbuhan nasional.




