Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Hari ini nilai tukar rupiah jatuh di atas Rp17.600 per dolar AS, menandai penurunan paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Komisaris Jenderal Prabowo Subianto menanggapi situasi tersebut dengan nada optimis, menyatakan bahwa selama “purbaya” (bencana) masih dapat tersenyum tenang.
Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia menambahkan bahwa fluktuasi nilai tukar tidak serta merta memicu kepanikan di kalangan masyarakat, karena mekanisme pasar dan kebijakan pemerintah telah siap mengatasi tekanan eksternal.
- Rupiah terdepresiasi karena tekanan eksternal, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat.
- Bank Indonesia diperkirakan akan menyesuaikan suku bunga untuk menstabilkan pasar.
- Ekspor non‑migas dan pariwisata tetap menjadi penopang utama devisa.
- Stabilitas politik dan kebijakan fiskal yang disiplin menjadi faktor penyeimbang.
Berikut ini data pergerakan nilai tukar selama seminggu terakhir:
| Tanggal | Kurs (Rp/USD) |
|---|---|
| 10 Mei 2024 | Rp17.250 |
| 11 Mei 2024 | Rp17.380 |
| 12 Mei 2024 | Rp17.450 |
| 13 Mei 2024 | Rp17.560 |
| 14 Mei 2024 | Rp17.610 |
Analisis para ekonom mengingatkan bahwa depresiasi mata uang dapat meningkatkan biaya impor, khususnya barang konsumsi dan bahan baku. Namun, dampak inflasi dapat terkontrol jika kebijakan moneter diimbangi dengan peningkatan produksi dalam negeri.
Prabowo menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap tenang dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menekankan pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi tantangan global.




