Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pasokan beras nasional berada pada tingkat yang aman, sekaligus memperingatkan perlunya menjaga stok pangan dalam negeri sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis global.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Prabowo menyampaikan bahwa stok beras strategis yang dikelola pemerintah telah mencukupi kebutuhan konsumsi domestik selama beberapa tahun ke depan. Data terbaru menunjukkan bahwa cadangan beras mencapai sekitar 30 juta ton, setara dengan 4 bulan kebutuhan nasional.
Beberapa negara asing, terutama yang mengalami defisit produksi, kini menunjukkan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia. Hal ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemasok utama di kawasan Asia Tenggara.
- Mengoptimalkan produksi melalui peningkatan teknologi pertanian.
- Memperluas lahan produktif dengan program intensifikasi dan restrukturisasi lahan.
- Menguatkan cadangan strategis beras dengan sistem rotasi stok.
- Mendorong diversifikasi komoditas pangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk.
- Menjalin kerja sama bilateral yang mengutamakan keamanan pasokan pangan.
Prabowo menambahkan bahwa kebijakan ini selaras dengan visi jangka panjang pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui akses ke pasar dan subsidi yang tepat sasaran.
Dengan mengedepankan strategi tersebut, Indonesia diharapkan dapat mengatasi fluktuasi harga pangan global serta memastikan stabilitas pasokan bagi seluruh rakyat.




