Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Di balik jaringan distribusi energi yang mengalir ke seluruh pelosok Indonesia, terdapat dua sosok wanita yang menembus tradisi maskulinitas dalam industri pelayaran. Noor Faridah dan Roro Anka Nurasti merupakan pelaut perempuan di Pertamina Patra Niaga, perusahaan anak usaha Pertamina yang bertanggung jawab atas transportasi dan distribusi bahan bakar cair serta gas cair (LNG) secara nasional dan internasional.
Kedua wanita ini memulai karirnya setelah menamatkan pendidikan di akademi kelautan dan kemudian bergabung dengan program trainee Pertamina Patra Niaga. Seleksi ketat menuntut pengetahuan teknis, fisik, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan laut yang keras. Setelah berhasil melewati tahap pelatihan, mereka ditempatkan pada kapal tanker yang mengangkut minyak mentah, bahan bakar jet, dan LNG ke pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia serta beberapa negara tetangga.
Peran utama Noor Faridah dan Roro Anka mencakup:
- Mengawasi proses muat dan turun muat (loading & unloading) bahan bakar dengan prosedur keselamatan yang ketat.
- Menjalankan navigasi lintas samudra menggunakan sistem GPS, radar, dan komunikasi satelit.
- Berkoordinasi dengan tim darat untuk menjamin jadwal pengiriman tepat waktu.
- Melakukan inspeksi rutin pada peralatan kapal, termasuk pompa, tangki, dan sistem pemadam kebakaran.
- Menangani situasi darurat seperti kebocoran atau cuaca buruk dengan prosedur mitigasi risiko.
Keberadaan mereka tidak hanya menandai peningkatan keberagaman gender di sektor maritim, tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada ketahanan energi nasional. Dengan mengantarkan bahan bakar ke lebih dari 30 pelabuhan di seluruh Indonesia, kapal-kapal yang mereka layani memastikan pasokan listrik, transportasi, dan industri tetap berjalan tanpa gangguan.
Selain tugas operasional, Noor dan Roro aktif dalam program mentor internal yang bertujuan menginspirasi perempuan muda untuk mengejar karir di bidang kelautan. Mereka rutin mengadakan sesi berbagi pengalaman di sekolah-sekolah teknik dan universitas, menyoroti pentingnya pendidikan STEM serta nilai disiplin dan kerja tim.
Meski telah mencapai posisi strategis, mereka tetap menghadapi tantangan khas pelaut, seperti periode berlayar yang lama, isolasi dari keluarga, serta kondisi cuaca ekstrem. Dukungan dari manajemen Pertamina Patra Niaga, termasuk kebijakan cuti fleksibel dan fasilitas kesehatan khusus, menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan kerja‑hidup mereka.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga berencana memperluas armada LNG dengan kapal yang lebih ramah lingkungan, dan Noor serta Roro diproyeksikan akan terlibat dalam proyek tersebut. Kehadiran mereka diharapkan menjadi contoh bagi generasi berikutnya, menegaskan bahwa kompetensi profesional tidak terikat pada jenis kelamin.




