Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pendidikan formal memiliki peran krusial dalam meningkatkan kapasitas keuangan masyarakat Indonesia. Menurut pernyataan resmi OJK, integrasi literasi keuangan ke dalam kurikulum sekolah dapat menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi.
Beberapa poin utama yang disorot oleh OJK antara lain:
- Pengenalan konsep dasar keuangan, seperti menabung, investasi, dan manajemen risiko, sejak jenjang pendidikan dasar.
- Pembelajaran praktis melalui simulasi keuangan dan proyek berbasis komunitas.
- Kerjasama antara lembaga keuangan, universitas, dan pemerintah untuk menyediakan materi yang relevan.
- Pelatihan bagi guru agar mampu menyampaikan materi keuangan secara efektif.
- Evaluasi berkala untuk mengukur dampak literasi keuangan terhadap perilaku ekonomi masyarakat.
OJK juga menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung integrasi tersebut, termasuk alokasi anggaran khusus dan standar kurikulum yang seragam. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan tingkat inklusi keuangan nasional akan meningkat, sekaligus mengurangi risiko terjerumus ke dalam praktik keuangan informal atau berisiko tinggi.
Upaya memperkuat kapasitas keuangan melalui pendidikan formal diharapkan dapat menumbuhkan budaya menabung dan berinvestasi yang lebih luas, serta meningkatkan kestabilan ekonomi jangka panjang.




