Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menegaskan kembali tekad negaranya untuk menjaga jalur pelayaran aman dan bebas bea di Selat Hormuz, salah satu titik strategis perdagangan minyak dunia.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada konferensi pers, Albusaidi menyoroti pentingnya mematuhi hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), sebagai landasan utama bagi keamanan maritim di wilayah tersebut.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Oman:
- Menjaga kebebasan navigasi bagi semua kapal dagang tanpa diskriminasi.
- Menolak segala bentuk tindakan pemblokiran atau pungutan biaya yang tidak sah di Selat Hormuz.
- Berkoordinasi dengan negara‑negara pengguna jalur, termasuk Iran, Uni Emirat Arab, dan negara‑negara Barat, untuk memastikan keamanan bersama.
- Mengoptimalkan kapasitas patroli maritim Oman guna mencegah insiden yang dapat mengganggu arus perdagangan.
Oman menegaskan bahwa komitmen ini bukan hanya sekadar retorika, melainkan bagian integral dari kebijakan luar negeri yang menekankan stabilitas regional serta perlindungan terhadap kepentingan ekonomi global. Pemerintah Oman juga siap berperan aktif dalam forum internasional untuk menyelesaikan sengketa yang dapat mengancam kelancaran pelayaran.
Dengan posisi geografis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Arab, Oman berperan sebagai penengah penting dalam menjaga keseimbangan geopolitik di kawasan. Komitmen terhadap jalur aman bebas bea di Selat Hormuz diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para pelaku industri minyak dan gas serta memperkuat posisi Oman sebagai negara yang mendukung aturan berbasis hukum.




