Ova Emilia Pimpin Jogja Financial Festival: 75% Mahasiswa UGM Dapat Beasiswa dan Literasi Keuangan Ditingkatkan
Ova Emilia Pimpin Jogja Financial Festival: 75% Mahasiswa UGM Dapat Beasiswa dan Literasi Keuangan Ditingkatkan

Ova Emilia Pimpin Jogja Financial Festival: 75% Mahasiswa UGM Dapat Beasiswa dan Literasi Keuangan Ditingkatkan

Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Jogja, 23 Mei 2026 – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, menorehkan peran penting dalam rangkaian acara Jogja Financial Festival (JFF) 2026 yang digelar di Jogja Expo Center selama dua hari. Acara yang dihadiri lebih dari 10.000 peserta ini tidak hanya menjadi panggung bagi tokoh politik, pengusaha, dan regulator, tetapi juga menampilkan komitmen UGM dalam memperluas akses beasiswa serta meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa dan pelajar SMA/SMK.

Keberadaan Ova Emilia di Jogja Financial Festival

Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Chairman CT Corp Chairul Tanjung, berbagi panggung dengan Ova Emilia pada pembukaan resmi JFF pada 22 Mei 2026. Dalam sambutannya, Ova menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi akademik, pemerintah, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif.

Statistik Beasiswa UGM: 75% Mahasiswa Terbantu

Ova Emilia mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen mahasiswa UGM telah menerima bantuan pendidikan melalui beragam program, termasuk program Sahabat UGM. Data yang disampaikan mencakup:

  • 2025: 19.232 penerima manfaat Sahabat UGM.
  • Pertengahan 2026: 11.380 penerima manfaat tambahan.

Dengan total lebih dari 30.000 mahasiswa yang terjangkau, UGM menegaskan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi dengan tingkat beasiswa tertinggi di Indonesia. Seluruh dana yang terkumpul selama JFF dijanjikan akan disalurkan kembali ke beasiswa, memperkuat komitmen sosial universitas.

Literasi Keuangan Sebagai Fokus Utama

Menurut Ova, literasi keuangan bukan sekadar pemahaman dasar tentang tabungan, investasi, kredit, atau asuransi, melainkan juga kemampuan mengidentifikasi risiko yang muncul seiring dengan transformasi digital. “Kami melihat banyak mahasiswa yang terjebak dalam skema keuangan yang tidak transparan,” ujarnya, menambahkan bahwa UGM secara aktif mengadakan seminar, workshop, dan kelas edukatif bagi seluruh sivitas akademika.

Beberapa inisiatif literasi keuangan yang dijalankan UGM meliputi:

  1. Kerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan kelas edukasi praktis.
  2. Penyediaan materi digital yang dapat diakses oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
  3. Program inovasi wirausaha yang mendorong mahasiswa menjadi bukan hanya konsumen produk keuangan, tetapi juga pencipta solusi fintech.

Sinergi Antara Akademisi dan Dunia Usaha

JFF 2026 menyajikan sesi Business Talk yang menampilkan Chairul Tanjung berbagi pengalaman merintis bisnis, serta kesempatan one‑on‑one antara Chairman CT Corp dan Menteri Keuangan. Ova Emilia turut berpartisipasi dalam diskusi tersebut, menyoroti peran UGM sebagai “tulang punggung” penggerak ekonomi lokal Yogyakarta. Ia menekankan bahwa Yogyakarta kini menjadi hub kreatif, digital, dan ekonomi, di mana lulusan universitas dapat langsung berkontribusi pada pertumbuhan industri.

Fasilitas dan Program Tambahan Selama Festival

Selain talkshow dan kelas edukasi, JFF 2026 menyediakan berbagai booth interaktif, termasuk booth beasiswa LPDP, career corner yang menampilkan lowongan kerja dari 11 anak perusahaan CT Corp, serta hiburan musik dari Happy Asmara dan Ari Lasso. Seluruh acara bersifat gratis, mendorong partisipasi massal dari kalangan muda Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Dengan rangkaian program yang komprehensif, Jogja Financial Festival tidak hanya menjadi ajang networking, tetapi juga platform edukatif yang memfasilitasi transfer pengetahuan keuangan secara praktis.

Keberhasilan Ova Emilia dalam mengintegrasikan agenda beasiswa dan literasi keuangan ke dalam JFF mencerminkan visi UGM untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi modern. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan tinggi lain dalam memperkuat peran sosial dan ekonomi di era digital.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Jogja Financial Festival 2026 menegaskan posisinya sebagai katalisator perubahan positif bagi generasi muda Indonesia.