Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Program budidaya padi biosalin yang dilaksanakan di pesisir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berhasil menghasilkan total 176 ton beras dari lahan seluas 22 hektar. Program ini merupakan hasil kerja sama antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bertujuan mengembangkan varietas padi tahan salinitas tinggi.
Berikut beberapa poin penting dari pencapaian tersebut:
- Luas lahan uji: 22 hektar, terletak pada zona pantai dengan kadar garam tanah yang tinggi.
- Produksi total: 176 ton beras, menghasilkan rata‑rata hasil 8 ton per hektar.
- Varietas yang dipakai: padi biosalin hasil rekayasa genetik yang dapat tumbuh dengan air payau hingga 5 dS/m.
- Manfaat lingkungan: mengurangi ketergantungan pada air tawar dan membuka peluang pertanian di lahan marginal.
Data ringkas hasil uji dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Luas lahan | 22 ha |
| Produksi beras | 176 ton |
| Hasil per ha | 8 ton/ha |
Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah pesisir lain di Indonesia untuk memanfaatkan lahan marginal dengan teknologi pertanian berbasis biosalin. Selanjutnya, PGN dan BRIN berencana memperluas skala produksi serta melakukan penyuluhan kepada petani lokal agar adopsi varietas ini dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.




