Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada 24 Mei 2024 bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun kembali dan merehabilitasi sistem kesehatan di Jalur Gaza mencapai sekitar Rp172 triliun (sekitar US$10,2 miliar).
Kebutuhan dana ini muncul setelah serangkaian konflik yang menyebabkan kerusakan parah pada rumah sakit, klinik, serta jaringan distribusi obat dan peralatan medis di wilayah tersebut.
Kerusakan utama yang diidentifikasi
- Lebih dari 70% fasilitas kesehatan mengalami kerusakan struktural atau tidak berfungsi.
- Ratusan ribu pasien belum mendapatkan perawatan akibat hilangnya tempat tidur rumah sakit.
- Kekurangan obat esensial dan perlengkapan steril memperparah situasi.
Rincian perkiraan biaya
| Komponen | Estimasi Biaya (Rp) |
|---|---|
| Pemulihan gedung rumah sakit utama | Rp45 triliun |
| Pengadaan peralatan medis kritis | Rp30 triliun |
| Restocking obat dan bahan medis habis pakai | Rp20 triliun |
| Pelatihan dan rekrutmen tenaga kesehatan | Rp12 triliun |
| Penguatan jaringan listrik dan air bersih | Rp25 triliun |
| Cadangan dana operasional tiga tahun | Rp40 triliun |
| Total | Rp172 triliun |
Langkah selanjutnya
WHO menekankan pentingnya koordinasi internasional untuk mengamankan dana tersebut, baik melalui kontribusi pemerintah, lembaga donor, maupun sektor swasta. Organisasi tersebut juga mengajak negara‑negara mitra untuk mengirimkan tim teknis guna menilai secara detail kebutuhan di lapangan.
Jika dana tercapai, diharapkan dalam dua tahun pertama sistem kesehatan Gaza dapat kembali beroperasi penuh, memberikan layanan darurat, perawatan kronis, dan program imunisasi kepada seluruh penduduk.




