Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Konsultan Amerika Serikat yang bergerak di bidang keterlibatan pemangku kepentingan nuklir, Kelle Barfield, menyatakan bahwa teknologi reaktor nuklir modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia.
- Skala fleksibel: Daya listrik 10‑300 megawatt yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
- Keamanan meningkat: Sistem pasif yang secara otomatis menurunkan daya dalam situasi darurat tanpa memerlukan operator.
- Emisi karbon minimal: Membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Barfield juga menyoroti tantangan yang harus diatasi, antara lain regulasi yang masih berkembang, kebutuhan akan tenaga kerja terlatih, serta persepsi publik terhadap energi nuklir. Ia mengusulkan agar pemerintah Indonesia memperkuat kerangka regulasi, meningkatkan program pendidikan teknis, dan melibatkan masyarakat secara transparan sejak tahap perencanaan.
| Aspek | Keunggulan SMR |
|---|---|
| Waktu pembangunan | 1‑3 tahun, jauh lebih singkat dibandingkan reaktor tradisional |
| Biaya modal | 30‑40% lebih rendah karena fabrikasi modul di pabrik |
| Keamanan | Sistem pasif, risiko kecelakaan berkurang signifikan |
Jika kebijakan mendukung, Barfield memperkirakan Indonesia dapat mulai mengoperasikan unit SMR pertama pada pertengahan dekade 2020-an, dengan potensi ekspansi lebih luas pada akhir dekade. Ia menekankan bahwa kolaborasi internasional, termasuk transfer teknologi dan pendanaan, akan menjadi kunci keberhasilan implementasi SMR di tanah air.




