Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Pakistan kembali menegaskan usahanya untuk mengajak Iran ikut serta dalam putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, menyampaikan harapan agar Tehran dapat bergabung dalam dialog yang diharapkan dapat meredakan ketegangan regional dan membuka jalan bagi solusi damai.
Usulan Pakistan muncul setelah putaran pertama pertemuan antara AS dan Iran berakhir tanpa tercapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. Washington menuntut Iran menghentikan program nuklirnya, sementara Tehran menuntut penghapusan sanksi ekonomi.
Qureshi menambahkan beberapa poin kunci yang menjadi dasar ajakan Pakistan:
- Menjaga stabilitas kawasan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan utama.
- Mendorong dialog yang inklusif agar tidak ada pihak yang merasa terpinggirkan.
- Mempercepat proses pengembalian sanksi ekonomi bagi Iran sebagai insentif bagi kepatuhan.
Iran belum memberikan respons resmi, namun pejabat Tehran diperkirakan sedang menilai manfaat strategis dari partisipasi dalam negosiasi lanjutan. Keterlibatan Iran dalam putaran kedua dapat memberikan sinyal positif kepada komunitas internasional bahwa Tehran bersedia mencari solusi diplomatik.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap menegaskan persyaratan utamanya, termasuk verifikasi yang ketat atas program nuklir Iran. Pihak AS menyambut baik inisiatif Pakistan sebagai upaya mediasi, namun menegaskan bahwa hasil akhir tetap bergantung pada kepatuhan Iran terhadap ketentuan yang telah disepakati.
Jika Iran bergabung dalam putaran kedua, dampaknya dapat dirasakan tidak hanya dalam hubungan bilateral AS‑Iran, tetapi juga dalam dinamika politik di kawasan Asia‑Tengah, terutama terkait keamanan Afghanistan, aliran energi, dan kerjasama ekonomi. Pakistan berharap peranannya sebagai mediator dapat memperkuat posisinya sebagai negara penengah yang konstruktif di antara kekuatan besar.
Pengembangan dialog ini masih berada dalam tahap awal, dan semua pihak diharapkan terus berkoordinasi untuk menciptakan ruang dialog yang produktif serta menghindari eskalasi konflik di masa mendatang.




