Pam Bondi Dikecam Demokrat AS: Subpoena Epik dalam Kontroversi Berkas Epstein
Pam Bondi Dikecam Demokrat AS: Subpoena Epik dalam Kontroversi Berkas Epstein

Pam Bondi Dikecam Demokrat AS: Subpoena Epik dalam Kontroversi Berkas Epstein

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Sejumlah anggota Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengkritik keras mantan Jaksa Agung Florida, Pam Bondi, karena menolak hadir dalam sidang komite yang menyelidiki penanganan berkas-berkas sensitif terkait tersangka pelaku perdagangan seks internasional, Jeffrey Epstein. Tuduhan ini muncul setelah Departemen Kehakiman mengumumkan bahwa Bondi tidak akan dipanggil sebagai saksi karena ia tidak lagi menjabat sebagai Jaksa Agung setelah dipecat pada 2 April 2026.

Subpoena dan Tuntutan Kongres

Komite Pengawasan DPR, yang dipimpin oleh anggota Demokrat, mengeluarkan subpoena pada bulan lalu untuk memaksa Bondi memberikan kesaksian mengenai cara pemerintah menanggapi permintaan transparansi berkas Epstein, yang diatur oleh Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein (Epstein Files Transparency Act) yang disahkan pada November 2025. Komite menegaskan bahwa perubahan posisi pekerjaan tidak menghilangkan kewajiban hukum untuk mematuhi subpoena.

Dalam pernyataan resmi melalui media sosial, para Demokrat menuduh Bondi “menutup mata pada pria berkuasa dan hubungan mereka dengan Epstein,” serta menuntut ia hadir dan menjawab pertanyaan-pertanyaan komite. Congressman Robert Garcia menambahkan bahwa jika Bondi tetap menolak, ia dapat dikenai kontestasi (contempt) oleh Kongres.

Hubungan dengan Administrasi Trump

Berita ini kembali menyoroti hubungan yang rumit antara pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dan kasus Epstein. Selama masa jabatan Trump, sejumlah dokumen terkait Epstein dikaburkan secara berlebihan, dan kritikus menilai hal tersebut sebagai upaya menutup jejak keterlibatan orang-orang berpengaruh. Trump sendiri pernah menyebut penyelidikan berkas Epstein sebagai “hoax” dan “scam,” serta mengkritik anggota Republik yang menuntut keterbukaan informasi tersebut.

Bondi, yang menjabat sebagai Jaksa Agung Florida pada masa pemerintahan Trump, memiliki tanggung jawab untuk memastikan berkas-berkas tersebut dipublikasikan sesuai hukum. Namun, ia dituduh oleh Demokrat bahwa ia berperan dalam menahan atau menyensor dokumen yang dapat mengungkap keterlibatan politisi dan tokoh bisnis terkemuka.

Reaksi Publik dan Survei

Survei independen menunjukkan bahwa setengah responden percaya Trump terlibat dalam kejahatan yang dilakukan oleh Epstein. Meskipun demikian, pendapat publik masih terbagi, dengan sebagian menganggap tuduhan tersebut belum terbukti secara hukum.

Kematian Epstein pada tahun 2019—yang resmi dinyatakan bunuh diri di penjara federal—menjadi titik fokus banyak teori konspirasi. Keluarga korban serta organisasi pendukung korban terus menuntut transparansi penuh atas semua dokumen, termasuk korespondensi, catatan keuangan, dan catatan perjalanan yang terkait dengan Epstein.

Langkah Selanjutnya

  • Komite Pengawasan DPR berencana mengadakan sesi tambahan jika Bondi tetap menolak mematuhi subpoena.
  • Jika Bondi dinyatakan contempt of Congress, ia dapat dikenai sanksi hukum, termasuk denda atau bahkan penahanan.
  • Departemen Kehakiman diperkirakan akan meninjau kembali keputusan untuk tidak memanggil Bondi sebagai saksi, mengingat tekanan politik yang terus meningkat.

Kasus ini menyoroti ketegangan antara lembaga legislatif dan eksekutif di Amerika Serikat, terutama terkait dengan upaya mengungkap jaringan pengaruh yang melibatkan tokoh-tokoh kuat. Sementara proses hukum masih berjalan, sorotan media internasional dan tekanan publik diperkirakan akan terus memaksa pihak berwenang untuk menyediakan penjelasan yang lebih transparan.

Dengan semakin intensnya tuntutan atas keterbukaan berkas Epstein, masa depan Pam Bondi di panggung politik AS tampak semakin tidak pasti. Apakah ia akan mematuhi panggilan Kongres atau tetap menghindar, keputusan tersebut akan menjadi contoh penting mengenai kekuatan subpoena dalam sistem demokrasi Amerika.