Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Komandan Pusat Komando Daerah Militer (Pangdam) Mandala Trikora, Letnan Jenderal (Purn) TNI Agus Suryo, pada Senin (26/06/2024) menyampaikan klarifikasi resmi terkait rumor yang beredar tentang dugaan keterlibatan TNI dalam penculikan seorang warga Papua Selatan bernama Mama Sinta. Pernyataan tersebut disampaikan melalui konferensi pers yang diadakan di kantor Pangdam Mandala Trikora, Jayapura.
\n\n
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan dalam klarifikasi:
\n
- Penegakan hukum sepenuhnya berada di bawah wewenang kepolisian, bukan TNI.
- Tim militer yang berada di wilayah Papua Selatan sedang menjalankan operasi keamanan rutin dan tidak memiliki kaitan dengan kasus penculikan.
- Jika ada warga yang membutuhkan bantuan, TNI siap memberikan dukungan logistik namun tidak terlibat dalam penyelidikan.
- Pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan penculikan dan sedang melakukan penyelidikan lanjutan.
\n
Untuk memberikan gambaran kronologis, berikut rangkuman timeline peristiwa yang dikumpulkan dari laporan media lokal:
\n
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 20 Juni 2024 | Laporan penculikan Mama Sinta dilaporkan ke Polres Papua Selatan. |
| 21 Juni 2024 | Tim kepolisian melakukan pencarian di area sekitar desa tempat Mama Sinta tinggal. |
| 22 Juni 2024 | Desas-desus tentang keterlibatan TNI mulai tersebar di media sosial. |
| 26 Juni 2024 | Pangdam Mandala Trikora mengeluarkan pernyataan resmi membantah keterlibatan TNI. |
\n
Letjen Agus Suryo menambahkan bahwa TNI tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua, namun menolak segala bentuk pencemaran nama baik institusi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari proses hukum.
\n
Kejadian ini menambah sensitivitas situasi keamanan di Papua Selatan, dimana sejumlah isu hak asasi manusia dan kebebasan warga sering menjadi sorotan. Pihak berwenang diharapkan dapat menyelesaikan kasus penculikan tersebut secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.




