Frankenstein45.Com – 05 Juli 2026 | JAKARTA – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memimpin langsung penyerahan jenazah Capt. Nicholas Francis Gosselin, seorang pilot PT Associated Mission Aviation (AMA) yang tewas akibat penembakan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Yahukimo, Papua, pada Kamis (2/7/2026). Insiden tragis ini terjadi saat Gosselin baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan di Lapangan Terbang Balinggama.
Dalam sambutannya, Letjen TNI Lucky mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas kehilangan yang dialami, baik oleh keluarga almarhum maupun oleh masyarakat Papua yang dilayani oleh AMA. “Almarhum gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Prosesi penyerahan jenazah berlangsung di Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Silas Papare, Sentani, pada Jumat malam (3/7/2026). Sebelum diserahkan, jenazah Capt. Gosselin telah melalui proses autopsi dan disemayamkan di Timika. Penyerahan tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat TNI, pemerintah daerah, dan pimpinan PT AMA Air, termasuk Uskup Jayapura, Yanuarius Teofilus Matopai You.
“Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan,” tegas Letjen TNI Lucky sambil mengapresiasi upaya seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan lokasi, evakuasi, dan penyerahan jenazah.
Uskup Jayapura, Yanuarius Teofilus Matopai You, juga menyampaikan rasa duka yang dalam. Ia menegaskan bahwa PT AMA telah beroperasi selama 67 tahun untuk melayani masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, sosial, dan pelayanan gereja. “Misi AMA adalah misi kemanusiaan. Pesawat-pesawat kami hadir untuk melayani masyarakat pedalaman,” ujar Yanuarius.
Penembakan yang menewaskan Gosselin dipicu oleh tuntutan kelompok OPM yang mengklaim bahwa pesawat sipil sering digunakan untuk operasi militer. Namun, pihak PT AMA menegaskan bahwa mereka tidak pernah membawa petugas militer dalam penerbangan mereka dan selalu menjaga netralitas dalam misi kemanusiaan mereka.
Jenazah Capt. Gosselin diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737 sebelum diserahkan kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk proses repatriasi. Direktorat Utama PT AMA, Bob Kayadu, mengungkapkan bahwa kedutaan berperan dalam memfasilitasi pengiriman jenazah ke negara asalnya.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi keamanan penerbangan di Papua, dan menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi oleh pekerja kemanusiaan di daerah tersebut. Pangkogabwilhan III menjamin bahwa TNI akan terus berkomitmen untuk menjaga keamanan di wilayah Papua agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman.
Dengan kejadian ini, diharapkan pihak berwenang dapat meningkatkan keamanan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. PT AMA bertekad untuk melanjutkan misi kemanusiaannya meskipun dalam situasi yang penuh tantangan ini.




