Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Agus Subiyanto, memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Mayor Zulmi Aditya Iskandar, yang dikenang sebagai prajurit terbaik sebelum gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa di Lebanon.
Mayor Zulmi, anggota Satuan Tempur TNI Angkatan Darat, ditugaskan sebagai bagian dari kontingen Indonesia dalam United Nations Interim Force Lebanon (UNIFIL). Pada tahun 2023, ia terlibat dalam operasi pengamanan di wilayah perbatasan selatan Lebanon ketika terjadi insiden tembakan yang menewaskannya bersama rekan‑rekannya.
- Nama: Mayor Zulmi Aditya Iskandar
- Pangkat: Mayor
- Satuan: Kompi Infanteri 1/212/KR TNI AD
- Misi: UNIFIL – Penjagaan Gencatan Senjata di Lebanon
- Penghargaan: Bintang Yudha Dharma (Satya), Medali Prajurit Terbaik 2022
Dalam acara peringatan yang dihadiri pejabat tinggi militer, Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa pengorbanan Zulmi bukan hanya menjadi contoh keberanian, melainkan juga menegaskan komitmen TNI dalam mendukung upaya perdamaian internasional. “Kami akan memastikan hak‑hak keluarga almarhum terpenuhi secara penuh, baik dari segi kesejahteraan maupun penghargaan atas jasa‑jasanya,” ujar sang Panglima.
| Tanggal | Kejadian |
|---|---|
| 15 Juli 2023 | Penugasan Mayor Zulmi ke UNIFIL |
| 22 September 2023 | Insiden tembakan di daerah Bekaa, Lebanon |
| 23 September 2023 | Kematian Mayor Zulmi dan rekan‑rekannya |
| 5 April 2024 | Acara penghormatan oleh Panglian TNI |
Selain menegaskan dukungan moral, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menyiapkan paket bantuan kepada keluarga Zulmi, meliputi pensiun, beasiswa pendidikan bagi anak, dan fasilitas kesehatan. Langkah tersebut mencerminkan kebijakan pemerintah yang menempatkan kesejahteraan veteran dan keluarga sebagai prioritas utama.
Peringatan ini juga menjadi momentum bagi TNI untuk mengevaluasi kembali prosedur keamanan dalam misi internasional, guna meminimalkan risiko yang dihadapi prajurit di medan operasi luar negeri. Harapan besar tetap menyertai kontingen Indonesia di UNIFIL, dengan tekad melanjutkan peran damai tanpa mengorbankan nyawa para pahlawan.




