Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Pada periode libur panjang terakhir, jaringan kereta api di Jawa Timur mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang. Data pantauan di beberapa stasiun utama menunjukkan peningkatan yang jauh melampaui rata-rata harian, mengindikasikan pergeseran pola mobilitas masyarakat selama hari libur.
Stasiun-stasiun yang paling terdampak antara lain Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Malang, Stasiun Pasuruan, dan Stasiun Jombang. Pada hari puncak, jumlah penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng naik sekitar 45% dibandingkan dengan hari kerja biasa, sementara Stasiun Malang mencatat kenaikan 38%. Peningkatan serupa juga terlihat di Stasiun Pasuruan (32%) dan Stasiun Jombang (28%).
| Stasiun | Kenaikan Penumpang (%) | Keterangan |
|---|---|---|
| Surabaya Gubeng | 45 | Stasiun utama di Kota Surabaya, menjadi titik hub utama perjalanan antar kota. |
| Malang | 38 | Pusat wisata dan pendidikan, menarik banyak pelancong dan mahasiswa. |
| Pasuruan | 32 | Lokasi strategis bagi penumpang yang menuju ke wilayah timur Jawa. |
| Jombang | 28 | Kawasan dengan aktivitas pasar dan pertemuan keluarga. |
Beberapa faktor menjadi penyebab utama lonjakan ini. Pertama, libur panjang memberikan kesempatan bagi keluarga untuk melakukan perjalanan pulang kampung atau berwisata. Kedua, kebijakan tarif promo yang diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia selama periode libur menambah daya tarik penggunaan kereta api sebagai alternatif transportasi darat. Ketiga, pembatasan kapasitas kendaraan pribadi di beberapa ruas jalan utama menyebabkan masyarakat beralih ke moda transportasi massal.
Pihak pengelola stasiun dan operator kereta api mengoptimalkan layanan dengan menambah jumlah kereta tambahan, memperpanjang jam operasional, serta meningkatkan petugas di loket tiket dan pintu masuk. Upaya ini bertujuan mengurangi antrean panjang dan memastikan kenyamanan penumpang selama masa sibuk.
Pengamat transportasi menyarankan agar pemerintah daerah dan PT Kereta Api terus memantau pola arus penumpang, terutama pada musim libur, untuk menyesuaikan kapasitas dan jadwal layanan. Langkah proaktif tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi kepadatan berlebih serta meningkatkan kepuasan pengguna layanan kereta api di Jawa Timur.




