Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Patimang Hibbu Manne, seorang wanita berusia 86 tahun asal Bone, Sulawesi Selatan, berhasil mewujudkan impian menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 16 tahun. Ia menunaikannya dengan cara yang tak biasa: mengumpulkan dan menjual rumput laut di pesisir pantai tempat ia tinggal.
Patimang hidup sendiri sejak kehilangan suami bertahun‑tahun lalu. Tanpa bantuan keluarga, ia harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sehari‑hari. Setiap pagi, sebelum matahari terbit, ia berangkat ke pantai dengan keranjang anyaman sederhana, mengumpulkan rumput laut yang tumbuh di dasar laut dangkal. Hasil tangkapan biasanya dijual kepada pedagang lokal, dengan harga yang berfluktuasi tergantung musim.
Rutinitas harian
- 04.30 – Bangun dan menyiapkan peralatan mengumpulkan rumput laut.
- 05.00 – Berlayar pendek menuju zona pengumpulan yang kaya akan rumput laut.
- 08.00 – Kembali ke daratan, membersihkan dan menyiapkan hasil panen.
- 09.00 – Menjual rumput laut ke pedagang pasar setempat.
- 10.30 – Mengatur keuangan, menyisihkan sebagian untuk tabungan haji.
- 12.00 – Istirahat dan makan siang.
- 13.00 – Mengulangi proses atau membantu tetangga yang membutuhkan.
Selama bertahun‑tahun, Patimang konsisten menabung sebagian kecil pendapatannya. Pada tahun 2020, ia mulai menghubungi lembaga keagamaan setempat untuk menanyakan prosedur haji. Bantuan berupa informasi, serta sedikit sumbangan dari warga dan organisasi sosial, mempercepat proses pengumpulan dana.
Timeline pengumpulan dana
| Tahun | Kegiatan | Tabungan (Rupiah) |
|---|---|---|
| 2007 | Mulai mengumpulkan rumput laut secara rutin | 0 |
| 2010 | Menambah penjualan ke pasar kota | 1.200.000 |
| 2015 | Berpartisipasi dalam program koperasi pedesaan | 4.800.000 |
| 2020 | Menghubungi biro haji dan menerima sumbangan | 12.500.000 |
| 2024 | Menutup target biaya haji | 15.000.000 |
Pada akhir 2024, Patimang berhasil mengumpulkan cukup dana untuk menutup biaya paket haji lengkap, termasuk tiket pesawat, akomodasi, dan perlengkapan ibadah. Ia akan berangkat bersama rombongan resmi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agama pada bulan Ramadhan mendatang.
Kisah Patimang mendapat sorotan luas karena menunjukkan semangat kemandirian dan ketabahan di usia lanjut. Banyak warga setempat yang merasa terinspirasi, bahkan ada yang berjanji membantu warga lansia lain agar dapat mengejar impian mereka masing‑masing.
Keberangkatan Patimang tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, melainkan simbol harapan bahwa tidak ada usia yang terlalu tua untuk beribadah dan menggapai mimpi, selagi tekad dan kerja keras tetap menyertainya.







