Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, menyatakan pada sebuah konferensi pers di New York bahwa pasukan Israel telah menewaskan hampir 1.000 warga sipil Palestina sejak gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan pada Oktober 2025.
Penembakan tersebut terjadi meskipun adanya perjanjian gencatan yang seharusnya menghentikan operasi militer. Menurut data yang dihimpun oleh kantor PBB, korban tewas meliputi wanita, anak-anak, dan lansia, yang mayoritas berada di daerah padat penduduk seperti Rafah, Khan Younis, dan daerah sekitarnya.
- Jumlah korban tewas: kira-kira 980-1.000 orang.
- Korban luka: lebih dari 2.500 orang.
- Wilayah paling terdampak: Gaza Selatan dan Timur.
Selain itu, PBB menyoroti kerusakan infrastruktur penting, termasuk rumah sakit, sekolah, dan fasilitas air bersih, yang memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Berbagai negara dan organisasi internasional menyerukan investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional. PBB juga menuntut agar semua pihak menghormati prinsip perlindungan sipil dan segera membuka akses bantuan kemanusiaan yang belum terjangkau secara luas.
Volker Türk menegaskan bahwa kegagalan menghentikan serangan terhadap warga sipil akan memperparah ketegangan regional dan menghambat proses perdamaian yang sudah sangat rapuh.




