Pemerintah Perkuat Fasilitas Atlet Difabel, Prioritaskan Pembangunan GOR dan Gedung Edukasi IPTC
Pemerintah Perkuat Fasilitas Atlet Difabel, Prioritaskan Pembangunan GOR dan Gedung Edukasi IPTC

Pemerintah Perkuat Fasilitas Atlet Difabel, Prioritaskan Pembangunan GOR dan Gedung Edukasi IPTC

Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmen memperkuat pembinaan atlet difabel dengan menambah dan meningkatkan fasilitas pendukung di Indonesia Paralympic Training Center (IPTC). Langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan atlet paralimpiade yang menuntut sarana latihan yang memadai dan standar internasional.

Prioritas utama saat ini adalah pembangunan lanjutan Gedung Olahraga (GOR) berstandar internasional serta gedung edukasi yang difokuskan pada pelatihan teknis, ilmu gizi, dan rehabilitasi bagi atlet difabel. Kedua gedung tersebut direncanakan selesai dalam tiga tahun ke depan.

  • Gedung Olahraga (GOR): arena serbaguna dengan lintasan atletik, kolam renang, ruang angkat beban, serta area khusus untuk olahraga roda.
  • Gedung Edukasi IPTC: fasilitas kelas, laboratorium fisioterapi, ruang kuliah, dan pusat riset olahraga difabel.
  • Fasilitas Pendukung Lain: area akomodasi bagi atlet, pusat medis 24 jam, dan ruang konsultasi psikolog.

Anggaran yang dialokasikan untuk fase pertama mencapai Rp 1,2 triliun, dengan rincian sebagai berikut:

Komponen Anggaran (Rp)
Gedung Olahraga 750 miliar
Gedung Edukasi 350 miliar
Fasilitas Pendukung 100 miliar

Selain penyediaan infrastruktur, pemerintah juga menggerakkan program beasiswa pelatihan bagi atlet difabel, peningkatan kualitas pelatih, serta kerjasama dengan lembaga internasional untuk standar pelatihan yang sesuai. Diharapkan, dengan fasilitas yang lebih lengkap, prestasi atlet Indonesia di ajang Paralimpiade berikutnya akan meningkat secara signifikan.

Pelaksanaan proyek akan dipantau oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan ketepatan waktu dan kualitas pembangunan. Pemerintah menegaskan bahwa inklusi olahraga difabel menjadi agenda strategis dalam rangka menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing.