Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) baru-baru ini mengkritik fenomena menurunnya kemampuan berpikir kritis di kalangan mahasiswa, yang menurut mereka mudah dipengaruhi oleh kepentingan kekuasaan. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Jakarta, tokoh partai menyoroti bagaimana praktik suap dan janji-janji politik dapat memikat generasi muda yang masih mencari arah.
PDIP menilai bahwa strategi kekuasaan yang menargetkan kelompok ini meliputi penyediaan dana kampus, beasiswa, dan peluang kerja yang bersyarat pada dukungan politik. Praktik semacam ini, bila tidak diwaspadai, dapat mengikis integritas akademik dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.
Berbagai pihak menanggapi hal ini dengan keprihatinan. Akademisi menekankan pentingnya pendidikan kritis yang menumbuhkan kemampuan analisis dan skeptisisme terhadap informasi yang diterima. Sementara aktivis mahasiswa menolak label “mudah dibeli” dan menegaskan bahwa masih banyak di antara mereka yang berjuang melawan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
PDIP mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan, untuk memperkuat kurikulum yang menekankan pemikiran kritis serta menindak tegas praktik suap dan kolusi. Harapannya, generasi mendatang dapat menjadi penjaga demokrasi yang mandiri dan tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan sesaat.




