Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, menegaskan kembali posisi partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai sikap PDIP masih bersifat “abu-abu”.
Said Abdullah menyatakan bahwa PDIP secara konsisten memposisikan diri sebagai partai penyeimbang. Artinya, PDIP siap mengawal kebijakan pemerintah yang dianggap konstruktif, sekaligus memberikan kritik konstruktif bila kebijakan tersebut tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Said Abdullah dalam rapat internal partai:
- PDIP tidak akan menjadi penonton pasif; partai akan berpartisipasi aktif dalam proses legislasi.
- Peran penyeimbang berarti PDIP akan menilai kebijakan berdasarkan dampak sosial‑ekonomi, bukan sekadar mendukung atau menolak pemerintah.
- Kritik yang diberikan bersifat membangun, bertujuan memperbaiki program pemerintah demi kepentingan publik.
- PDIP tetap membuka ruang dialog dengan semua pihak, termasuk PKB, untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan inklusif.
Sementara PKB sebelumnya menilai sikap PDIP masih belum jelas, pernyataan terbaru PDIP menegaskan bahwa partai tidak berposisi “abu‑abu”. PDIP menolak label tersebut dan menekankan komitmen untuk menjadi kekuatan yang menyeimbangkan antara dukungan dan pengawasan.
Dalam konteks politik nasional, pernyataan ini mencerminkan dinamika koalisi yang sedang terbentuk di DPR. PDIP menyiapkan strategi untuk menjadi partai kunci yang dapat mempengaruhi agenda legislatif tanpa harus terikat secara mutlak pada blok pemerintah atau oposisi.
Dengan menegaskan peran sebagai penyeimbang, PDIP berharap dapat memperkuat legitimasi politiknya serta memberikan kontribusi nyata dalam proses pembangunan negara.




