Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersama Ketua DPR RI Hasto Kristiyanto menyampaikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengadopsi jejak geopolitik Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam upaya meredam ketegangan dan konflik global. Usulan ini muncul di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks, di mana Indonesia diharapkan memainkan peran lebih aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
Berikut poin‑poin utama yang diusulkan PDIP untuk dijadikan landasan kebijakan luar negeri Indonesia:
- Revitalisasi prinsip non‑blok: Memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak memihak kepada blok militer manapun, sekaligus meningkatkan partisipasi dalam forum internasional seperti Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) dan G20.
- Peningkatan peran ASEAN: Mendorong integrasi keamanan dan politik di kawasan Asia Tenggara melalui inisiatif bersama, termasuk mediasi konflik antarnegara anggota.
- Diplomasi ekonomi damai: Menggunakan hubungan perdagangan sebagai sarana meredam ketegangan, dengan menekankan kerjasama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
- Dialog multilateral intensif: Mengadakan konferensi tingkat tinggi yang melibatkan negara‑negara besar serta organisasi regional untuk membahas solusi damai atas konflik yang sedang berlangsung.
- Penguatan soft power budaya: Memanfaatkan warisan budaya Indonesia, termasuk nilai‑nilai persatuan dan toleransi, sebagai alat diplomasi publik (public diplomacy) yang dapat membangun kepercayaan antarbangsa.
PDIP menegaskan bahwa penerapan strategi tersebut tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Dengan mengadopsi geopolitik Bung Karno, diharapkan Indonesia dapat menjadi kontributor utama dalam upaya global untuk menurunkan intensitas konflik dan mempromosikan perdamaian.




