Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengungkap kronologi pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan wanita berusia 29 tahun dan penganiayaan. Kejadian bermula ketika korban, seorang wanita berusia 29 tahun, dilaporkan hilang pada awal minggu ini di kawasan Bandung. Setelah penyelidikan awal, Taufik Hidayat ditetapkan sebagai tersangka utama.
Setelah diketahui sebagai tersangka, Taufik berusaha melarikan diri ke wilayah Tangerang. Upaya pelarian ini terdeteksi melalui koordinasi antara Polres Bandung, Polres Tangerang, dan unit mobil patroli khusus. Selama proses pengejaran, tersangka menggunakan kendaraan pribadi dan sempat menghilang dari radar kepolisian selama kurang lebih tiga jam.
Berbekal intelijen dari tim penyidik, pihak kepolisian berhasil melacak jejak Taufik hingga ke daerah Majalaya, Kabupaten Bandung. Pada sore hari, unit Densus 88 melakukan penangkapan di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian tersangka. Penangkapan berlangsung tanpa insiden dan tersangka langsung diamankan.
Berikut rangkaian langkah utama yang diambil kepolisian selama pengejaran:
- Pengumpulan bukti digital dari ponsel korban dan tersangka.
- Koordinasi lintas wilayah antara Polres Bandung, Tangerang, dan Majalaya.
- Penggunaan unit mobil patroli khusus dengan dukungan helikopter pengintai.
- Penetapan zona karantina di sekitar lokasi terakhir terlihatnya tersangka.
Setelah penangkapan, Taufik Hidayat dibawa ke kantor Polsek Majalaya untuk proses interogasi. Selama pemeriksaan, tersangka mengaku bahwa ia melarikan diri karena takut ditangkap dan mengharapkan bantuan dari pihak luar. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya jaringan kriminal yang lebih luas.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus berlanjut, termasuk pemeriksaan saksi tambahan dan penggalian bukti forensik di lokasi penyekapan. Seluruh temuan akan dipersiapkan untuk diajukan ke kejaksaan guna proses penuntutan selanjutnya.
Kasus ini menambah perhatian publik terhadap keamanan wanita di wilayah perkotaan dan menegaskan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan dalam melaporkan kejadian kriminal secara cepat.




