Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Menjelang libur sekolah panjang, permintaan konsumen terhadap produk unggas seperti telur dan daging ayam diprediksi akan meningkat signifikan. Kenaikan konsumsi ini berpotensi memicu lonjakan harga di pasar tradisional maupun modern.
Untuk mencegah fluktuasi harga yang tidak diinginkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan himbauan kepada sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) dan jaringan ritel agar secara proaktif menyerap stok telur dan daging ayam yang tersedia. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan, mengurangi tekanan pada harga, serta memastikan ketersediaan produk di akhir pekan libur.
Berikut rangkaian upaya yang disarankan Kemendag kepada pelaku usaha:
- Peningkatan pembelian stok sebelum periode libur dimulai, khususnya dari peternak dan distributor terpercaya.
- Penawaran promo khusus selama libur sekolah, seperti paket sarapan atau menu hemat, untuk mendorong konsumen membeli dalam jumlah yang lebih besar.
- Monitoring harga secara real time melalui sistem e‑monitoring yang dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan daerah.
- Koordinasi dengan pemasok untuk memastikan pasokan tetap lancar dan menghindari penumpukan stok di gudang.
- Edukasi konsumen mengenai pentingnya membeli produk lokal yang masih dalam kondisi segar dan aman.
Selain itu, Kemendag menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, asosiasi peternak, serta asosiasi perdagangan diharapkan dapat menyelaraskan kebijakan harga minimum serta memberikan insentif bagi pelaku usaha yang berhasil menjaga kestabilan pasar.
Jika langkah‑langkah tersebut dijalankan secara konsisten, diharapkan tekanan pada harga telur dan daging ayam dapat diminimalisir, sehingga konsumen tetap menikmati harga yang wajar selama libur sekolah tanpa mengorbankan kualitas produk.




