Frankenstein45.Com – 03 Juli 2026 | Di Bengkulu, guru-guru mulai menerapkan pendekatan berbasis STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam bidang sains. Metode pembelajaran yang dilakukan di luar kelas ini mengajak siswa untuk menjelajahi lingkungan sekitar, seperti mengamati berbagai jenis daun, sehingga memicu rasa ingin tahu mereka untuk bertanya, berdiskusi, dan mencari jawaban secara mandiri.
Linda, salah satu guru yang menerapkan metode ini, mengungkapkan bahwa cara pembelajaran konvensional yang hanya mengandalkan hafalan seringkali membuat siswa cepat merasa bosan. Oleh karena itu, ia menggunakan pendekatan interaktif yang dikenal dengan konsep ABCDE, yaitu:
- Amati
- Bertanya
- Cari
- Diskusi
- Evaluasi
Penerapan pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan rasa ingin tahu mereka dalam proses belajar.
Linda merupakan anggota komunitas Science Heroes di Bengkulu, yang dibentuk melalui program Sekolah Bakti BCA. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah dengan memperkuat kompetensi tenaga pendidik serta mengembangkan sekolah secara komprehensif. Saat ini, terdapat empat Sekolah Bakti BCA di Bengkulu, yaitu SDN 61, SDN 73, SDN 40, dan SDN 36. Hingga tahun 2025, program ini ditargetkan menjangkau 32 sekolah di berbagai daerah, termasuk Lampung, Banten, Gunung Kidul, Banyuwangi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya.
Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, menjelaskan bahwa Sekolah Bakti BCA bertujuan untuk membangun sekolah yang unggul dalam karakter, sains, dan teknologi. Dengan program ini, BCA berharap dapat melahirkan generasi muda yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.




