Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia meluncurkan program Model Pertanian PM‑AAS (Precision Management – Adaptive Agricultural System) dengan tujuan utama meningkatkan produksi padi secara signifikan. Program ini diharapkan dapat menggandakan atau bahkan melipat tiga produktivitas lahan padi dibandingkan dengan metode konvensional.
Bagaimana PM‑AAS bekerja?
- Penggunaan data satelit dan sensor tanah untuk menentukan kebutuhan air, pupuk, dan pestisida secara tepat.
- Manajemen terintegrasi yang menggabungkan teknik irigasi tetes, varietas unggul, dan rotasi tanaman.
- Pelatihan petani melalui modul daring dan lokakarya lapangan yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian.
Target dan manfaat
| Target | Nilai |
|---|---|
| Produktivitas per hektar | Naik hingga 3 kali lipat |
| Biaya produksi | Efisiensi hingga 30 % |
| Swades | Meningkat 15 % dalam tiga tahun pertama |
Menteri Pertanian menegaskan bahwa dengan peningkatan produktivitas ini, negara dapat memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor beras. Selain itu, biaya produksi yang lebih rendah diharapkan memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup.
Program PM‑AAS akan diterapkan secara bertahap di provinsi‑provinsi penghasil padi utama, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. Pemerintah juga berencana memperluas cakupan ke tanaman pangan lainnya setelah evaluasi fase pertama selesai.
Dengan dukungan teknologi modern dan kebijakan yang pro‑petani, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada beras yang lebih berkelanjutan dalam jangka menengah.




