Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Pemerintah mengonfirmasi bahwa stok hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini tidak hanya mencukupi, tetapi berada pada kondisi surplus. Hal ini diumumkan melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rapat koordinasi nasional.
- Penguatan rantai pasokan mulai dari peternak, pasar tradisional, hingga rumah potong hewan (RPH) yang telah terakreditasi.
- Peningkatan fasilitas kesehatan hewan di 15 provinsi prioritas.
- Pemberian insentif bagi peternak kecil yang memproduksi domba, kambing, dan unta.
- Pengawasan ketat terhadap standar kebersihan dan kesejahteraan hewan di semua RPH.
Wamentan, lembaga yang mewakili komunitas peternak, menegaskan bahwa pasokan hewan kurban sudah berada pada jalur yang aman. Ketua Wamentan, H. Ahmad Rizal, menyatakan, “Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah untuk memastikan distribusi merata dan harga terjangkau bagi masyarakat.”
| Kategori Hewan | Target Kebutuhan | Produksi Aktual |
|---|---|---|
| Domba | 1,5 juta | 1,7 juta |
| Kambing | 1,2 juta | 1,3 juta |
| Unta | 300 ribu | 350 ribu |
Distribusi hewan kurban akan difasilitasi melalui jaringan RPH yang tersebar di seluruh provinsi. Pemerintah menargetkan penyaluran selesai paling lambat satu minggu sebelum pelaksanaan Idul Adha, sehingga konsumen tidak mengalami kelangkaan atau lonjakan harga.
Dengan kondisi surplus ini, diharapkan harga hewan kurban tetap stabil dan dapat dijangkau oleh kalangan menengah‑bawah. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme subsidi bagi keluarga kurang mampu yang ingin berkurban.




