Pemerintah Targetkan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan
Pemerintah Targetkan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan

Pemerintah Targetkan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan

Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana ambisius untuk membangun total 2.772 kilometer jalur kereta api di Pulau Kalimantan. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar‑kota, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.

Rencana pembangunan terbagi menjadi beberapa fase utama, dengan target penyelesaian sebagian besar jalur pada akhir dekade ini. Berikut rangkuman poin‑poin penting terkait proyek tersebut:

  • Total panjang jaringan: 2.772 km.
  • Fokus wilayah: Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, dan Timur.
  • Tujuan utama: meningkatkan akses transportasi barang dan penumpang, mengurangi ketergantungan pada transportasi laut, serta mempercepat integrasi pasar domestik.
  • Estimasi biaya: diperkirakan mencapai triliunan rupiah, dengan sebagian dana berasal dari anggaran negara dan investasi swasta.
  • Manfaat ekonomi: penciptaan ribuan lapangan kerja, percepatan distribusi komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan hasil pertanian.

Rincian alokasi panjang jalur per provinsi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Provinsi Panjang Jalur (km)
Kalimantan Barat 600
Kalimantan Tengah 500
Kalimantan Selatan 720
Kalimantan Timur 952

Pembangunan jaringan kereta api ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan industri logistik regional, menurunkan biaya transportasi, serta mempercepat mobilitas penduduk. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta untuk memastikan keberlanjutan proyek, termasuk penerapan teknologi modern dalam pengoperasian dan pemeliharaan.

Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga diharapkan memberi dampak positif pada sektor pariwisata, memudahkan wisatawan menjelajahi keindahan alam Kalimantan secara lebih nyaman dan efisien. Dengan jaringan yang terintegrasi, akses ke destinasi wisata seperti Taman Nasional Betung Kerihun, Pulau Derawan, dan kawasan konservasi lainnya menjadi lebih mudah.

Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan proyek ini sesuai dengan standar keselamatan dan lingkungan, serta memastikan bahwa pembangunan tidak mengganggu ekosistem hutan tropis yang menjadi aset penting Kalimantan.