Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, secara resmi mengambil alih pengelolaan area parkir di Alun‑Alun Bandar mulai minggu ini. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi bahwa pengelolaan sebelumnya tidak memberikan kepastian tarif, serta muncul praktik jual beli lapak parkir yang merugikan warga.
Penyerahan kembali pengelolaan kepada pemerintah daerah diharapkan dapat menata kembali fungsi ruang publik, meningkatkan keamanan, serta memastikan pendapatan parkir masuk ke kas daerah untuk mendukung program pembangunan.
Berikut langkah‑langkah yang dilakukan oleh Pemkab Batang:
- Menghentikan sementara semua operator parkir swasta yang tidak memiliki izin resmi.
- Membentuk tim khusus yang terdiri dari unsur Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah, dan Satpol PP.
- Melakukan inventarisasi seluruh lapak parkir, termasuk penetapan tarif standar berdasarkan zona.
- Mengimplementasikan sistem pembayaran digital berbasis QR Code untuk memudahkan transaksi.
Selain itu, pihak berwenang juga menertibkan praktik jual beli lapak yang selama ini berlangsung secara informal. Beberapa pelaku yang terbukti melakukan transaksi jual‑beli lapak tanpa prosedur resmi telah diberikan sanksi administratif berupa denda dan pencabutan izin sementara.
Walikota Batang, H. Muhammad Ali, menyatakan, “Pengelolaan parkir yang transparan dan tertib akan meningkatkan kenyamanan masyarakat serta menambah pendapatan asli daerah. Kami tidak akan mentolerir praktik jual‑beli lapak yang melanggar aturan hukum.”
Reaksi masyarakat beragam. Sebagian warga mengapresiasi langkah tegas Pemkab, sementara beberapa pedagang lapak mengaku khawatir kehilangan pendapatan. Pemerintah berjanji akan membuka mekanisme lelang resmi bagi yang ingin menyewa lapak parkir dengan syarat yang jelas.
Dengan penataan ulang ini, diharapkan Alun‑Alun Bandar kembali berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang ramah bagi warga, sekaligus menjadi sumber pendapatan yang dapat dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur dan layanan publik lainnya.




