Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk memperkuat inisiatif nasional Satu Data Indonesia melalui program Maraton Masyarakat Statistik (BIMA Sakti). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas, konsistensi, dan keterbukaan data statistik daerah, sekaligus melibatkan warga dalam proses pengumpulan dan verifikasi data.
Latar Belakang
Satu Data Indonesia merupakan upaya pemerintah pusat untuk menyatukan data dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi satu basis data terpadu. Di tingkat kabupaten, tantangan utama meliputi perbedaan format, kurangnya standar operasional, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam proses statistik.
Tujuan Program BIMA Sakti
- Menyelaraskan metodologi pengumpulan data antara BPS Kabupaten Buleleng dan instansi daerah lainnya.
- Menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya data statistik dalam perencanaan pembangunan.
- Menghasilkan data yang dapat diakses publik secara real‑time melalui portal Satu Data Indonesia.
Mekanisme Pelaksanaan
Program dijalankan dalam tiga fase utama:
- Pelatihan dan Pembinaan: BPS menyelenggarakan workshop bagi aparatur pemerintah daerah, operator lapangan, dan relawan masyarakat untuk menguasai standar Satu Data dan teknik survei digital.
- Pengumpulan Data Lapangan: Tim gabungan melakukan survei rumah‑tangga, usaha mikro, dan infrastruktur publik menggunakan aplikasi mobile berbasis GIS.
- Validasi dan Publikasi: Data yang terkumpul diverifikasi secara cross‑check antara BPS dan dinas terkait, kemudian diunggah ke portal Satu Data Indonesia dengan metadata lengkap.
Manfaat yang Diharapkan
- Perencanaan Kebijakan: Pemerintah Kabupaten dapat menyusun program pembangunan yang berbasis bukti nyata.
- Transparansi: Warga dapat mengakses data publik, meningkatkan akuntabilitas pemerintah.
- Peningkatan Kapasitas: Aparatur lokal memperoleh keahlian baru dalam pengelolaan data statistik.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Walaupun antusiasme awal tinggi, beberapa kendala masih perlu diatasi, antara lain keterbatasan infrastruktur jaringan di daerah terpencil dan kebutuhan pendanaan untuk perangkat keras. Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen melanjutkan program dengan memperluas jaringan mitra, mengoptimalkan penggunaan sumber daya desa, serta mencari dukungan dari sektor swasta untuk pendanaan perangkat.
Dengan keberlanjutan BIMA Sakti, diharapkan Kabupaten Buleleng dapat menjadi contoh model integrasi data statistik yang dapat direplikasi di wilayah lain, memperkuat fondasi Satu Data Indonesia secara nasional.




