Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh pada hari Rabu mengumumkan penutupan operasional tempat penitipan anak (daycare) bernama Baby Preneur. Keputusan tersebut diambil setelah terungkap adanya dugaan penganiayaan terhadap seorang balita berusia 18 bulan yang terjadi di fasilitas tersebut.
Kasus penganiayaan pertama kali dilaporkan oleh orang tua anak kepada pihak kepolisian pada awal pekan lalu. Menurut saksi, balita tersebut mengalami luka memar di area kepala dan lengan setelah diperlakukan secara kasar oleh seorang petugas pengasuh. Anak tersebut kemudian dirawat di rumah sakit setempat dan dinyatakan dalam keadaan stabil.
Menanggapi kejadian itu, Walikota Banda Aceh, Nama Walikota, bersama timnya melakukan inspeksi langsung ke lokasi daycare pada hari Selasa. Dalam pertemuan internal, mereka menilai bahwa standar keamanan dan prosedur pengawasan anak belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Sosial dan Kesehatan.
- Penutupan operasional secara sementara selama investigasi.
- Pencabutan izin operasional yang diberikan sebelumnya.
- Peninjauan kembali persyaratan izin bagi semua tempat penitipan anak di wilayah kota.
Selain itu, Pemkot Banda Aceh berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas penitipan anak melalui audit rutin dan pelatihan bagi tenaga pengasuh. Dinas Sosial juga akan menambah program edukasi bagi orang tua mengenai hak-hak anak serta prosedur pelaporan kekerasan terhadap anak.
Pihak kepolisian setempat telah menyatakan bahwa kasus ini akan diproses secara hukum. Pengasuh yang diduga melakukan penganiayaan telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan.
Reaksi masyarakat pun beragam. Sebagian mengapresiasi langkah tegas Pemkot, sementara yang lain menuntut adanya kebijakan yang lebih kuat dalam melindungi hak anak di semua jenjang pendidikan awal.
Penutupan Baby Preneur diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh penyedia layanan penitipan anak di Banda Aceh untuk senantiasa menerapkan standar keselamatan dan kesejahteraan anak yang tinggi.




