Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Pemerintah Kota Banjarmasin menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengatasi krisis sampah yang dipicu peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Bantuan tersebut mencakup dana tambahan, peralatan pengolahan sampah, serta tim teknis yang akan membantu pelaksanaan program darurat.
Mayor Banjarmasin, Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa kota tersebut selama beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan volume sampah rumah tangga hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan masalah kesehatan dan kebersihan, khususnya di kawasan padat penduduk.
Pemprov Kalsel, yang diwakili oleh Bupati Banjarbaru, H. Syarifuddin, menegaskan komitmen provinsi dalam memperkuat sinergi antar pemerintah daerah. “Kami siap memberikan dukungan material dan sumber daya manusia agar Banjarmasin dapat mengatasi situasi darurat ini tepat waktu,” ujar Syarifuddin dalam rapat koordinasi.
Rincian bantuan meliputi:
- Alokasi dana sebesar Rp 5 miliar untuk pembelian truk pengumpul sampah dan instalasi pengomposan sementara.
- Penyediaan 10 unit mesin penggiling sampah organik.
- Tim ahli lingkungan sebanyak 15 orang untuk memberikan pelatihan pemilahan sampah kepada petugas kebersihan kota.
- Program edukasi masyarakat melalui kampanye poster dan penyuluhan di sekolah.
Langkah-langkah penanganan yang direncanakan antara lain:
- Peningkatan frekuensi pengangkutan sampah di daerah rawan penumpukan.
- Penerapan sistem pemilahan di sumber (rumah tangga, pasar, dan institusi).
- Pembangunan fasilitas pengomposan sementara untuk mengurangi volume sampah organik.
- Monitoring dan evaluasi berkala selama tiga bulan pertama program.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan Banjarmasin dapat menurunkan tingkat penumpukan sampah secara signifikan dan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.




