Pemkot Jakarta Selatan Gerakkan Kader Dasawisma Pilah Sampah Rumah Tangga
Pemkot Jakarta Selatan Gerakkan Kader Dasawisma Pilah Sampah Rumah Tangga

Pemkot Jakarta Selatan Gerakkan Kader Dasawisma Pilah Sampah Rumah Tangga

Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah meluncurkan program baru yang melibatkan kader Dasawisma dalam upaya memisahkan sampah rumah tangga secara lebih efektif. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi kota untuk meningkatkan tingkat daur ulang dan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kader Dasawisma, yang merupakan relawan lingkungan di tingkat RW/RT, akan diberikan pelatihan khusus tentang cara mengidentifikasi, memisahkan, dan mengelola sampah organik, anorganik, serta bahan berbahaya. Pelatihan mencakup teknik komposting, penggunaan kantong sampah berwarna, serta prosedur pelaporan data sampah ke sistem digital kota.

  • Identifikasi sampah: memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayuran) dan anorganik (plastik, kertas, logam).
  • Pemisahan warna: kantong hijau untuk organik, kantong biru untuk anorganik, kantong merah untuk bahan berbahaya.
  • Pengumpulan: kader mengatur jadwal pengangkutan ke pusat daur ulang atau bank sampah terdekat.
  • Pelaporan: data jumlah sampah yang dipilah diunggah melalui aplikasi “Sampah Pintar”.

Pelaksanaan program dijadwalkan mulai kuartal kedua 2024 dan akan mencakup seluruh wilayah administratif Jakarta Selatan, yang terbagi menjadi 10 kecamatan dan lebih dari 200 RW. Diharapkan melalui partisipasi aktif kader Dasawisma, tingkat pemilahan sampah dapat meningkat setidaknya 30% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemkot juga berkomitmen menyediakan fasilitas pendukung, seperti tempat kompos komunitas, bank sampah, serta insentif bagi warga yang secara konsisten melaksanakan pemilahan sampah. Selain itu, kampanye edukasi melalui media sosial dan kegiatan sosialisasi di tingkat RT diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat luas.

Dengan melibatkan kader Dasawisma, Pemerintah Kota Jakarta Selatan berharap dapat menciptakan budaya pemilahan sampah yang berkelanjutan, mengurangi beban TPA, dan mendukung target kota untuk menjadi “Smart City” yang ramah lingkungan.