Pemprov DKI Jakarta Klaim Penurunan Jumlah RW Kumuh di Ibukota
Pemprov DKI Jakarta Klaim Penurunan Jumlah RW Kumuh di Ibukota

Pemprov DKI Jakarta Klaim Penurunan Jumlah RW Kumuh di Ibukota

Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa jumlah lingkungan rukun warga (RW) yang tergolong kumuh di Jakarta telah mengalami penurunan dibandingkan dengan data sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih terdapat 211 RW kumuh di wilayah ibukota. Angka tersebut merupakan penurunan dibandingkan dengan 254 RW kumuh yang dilaporkan pada tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh BPS pada awal tahun 2024.

Pemprov menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari serangkaian program penataan permukiman, revitalisasi kawasan, serta peningkatan akses layanan dasar. Beberapa program utama yang disebutkan antara lain:

  • Program “Kampung Bersih dan Sehat” yang menargetkan perbaikan sanitasi dan kebersihan lingkungan.
  • Revitalisasi infrastruktur jalan dan jaringan listrik di RW- RW yang masuk dalam kategori kumuh.
  • Pemberdayaan ekonomi warga melalui pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha mikro.
  • Peningkatan akses air bersih dengan pemasangan instalasi PAM dan sumur bor.

Selain itu, Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta juga melakukan pemetaan digital terhadap seluruh RW di Jakarta untuk memantau kondisi secara real time. Data tersebut membantu pemerintah dalam menentukan prioritas intervensi.

Meski angka 211 RW kumuh masih signifikan, Pemprov berkomitmen untuk menurunkannya menjadi kurang dari 150 RW pada akhir tahun 2025 melalui intensifikasi program-program penataan permukiman dan kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat.

Pengamat independen menilai bahwa pencapaian penurunan ini perlu diikuti dengan evaluasi menyeluruh mengenai kualitas hidup warga, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan peluang kerja, agar penurunan jumlah RW kumuh tidak hanya bersifat statistik semata.