Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan belasungkawa atas tragedi tabrakan kereta yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek (rute Gambir‑Surabaya Pasar Turi) dengan KRL Tokyo Metro (TM) 5568A yang berangkat menuju Kampung Bandan. Insiden yang terjadi pada pagi hari itu menewaskan sejumlah penumpang dan menimbulkan luka-luka pada korban lainnya.
Sebagai respons cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menanggung seluruh biaya perawatan medis di rumah sakit bagi para korban yang masih dirawat. Selain itu, keluarga korban yang meninggal dunia akan menerima santunan uang tunai sebesar Rp 50 juta per orang.
Berikut rincian bantuan yang dijanjikan:
- Biaya rawat inap, operasi, obat, dan pemeriksaan lanjutan akan ditanggung sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat.
- Santunan kematian sebesar Rp 50 juta akan diberikan kepada ahli waris masing‑masing korban yang meninggal.
- Proses pencairan dana santunan akan dipercepat melalui koordinasi antara Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab utama tabrakan, termasuk faktor teknis, human error, dan kondisi jalur. Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan operator KRL berjanji melakukan audit keseluruhan sistem sinyal serta meningkatkan prosedur keselamatan operasional.
Gubernur Dedi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam melindungi warga yang menjadi korban kecelakaan transportasi publik. Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas lembaga untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ke depan, Pemprov Jabar akan mengawasi pelaksanaan bantuan secara transparan dan memastikan bahwa semua korban serta keluarga mendapat hak mereka sesuai ketentuan yang berlaku.




