Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Penurunan AKI (Acute Kidney Injury) di Kabupaten Banyuwangi pada pekan lalu. Deklarasi ini merupakan upaya konkret untuk menurunkan angka kejadian AKI, khususnya pada ibu hamil, ibu melahirkan, dan anak balita yang menjadi prioritas utama dalam program kesehatan daerah.
Acute Kidney Injury merupakan gangguan fungsi ginjal yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani secara dini. Data kesehatan provinsi menunjukkan peningkatan kasus AKI pada kelompok rentan, sehingga pemerintah provinsi menggalang sinergi lintas sektor untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Beberapa langkah strategis yang direncanakan dalam gerakan ini meliputi:
- Pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit mengenai deteksi dini AKI dan penanganan standar.
- Penyediaan alat diagnostik cepat, seperti tes kreatinin serum, di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
- Peningkatan edukasi masyarakat melalui kampanye media lokal, penyuluhan di desa, dan materi edukatif di posyandu.
- Kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat untuk pemantauan rumah tangga berisiko tinggi.
- Penguatan jaringan rujukan antara fasilitas kesehatan primer dan rumah sakit rujukan khusus ginjal.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan peralatan medis dan penyuluhan kesehatan, serta membentuk tim koordinasi yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, serta perwakilan komunitas lokal.
Dengan pelaksanaan gerakan ini, diharapkan angka kejadian AKI di Banyuwangi dapat turun secara signifikan dalam jangka menengah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan anak.




