Pemprov Kaltim Salurkan Rp220 Miliar untuk Program Gratispol 2026
Pemprov Kaltim Salurkan Rp220 Miliar untuk Program Gratispol 2026

Pemprov Kaltim Salurkan Rp220 Miliar untuk Program Gratispol 2026

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi menyalurkan dana sebesar Rp220 miliar untuk mendukung Program Gratis Politeknik (Gratispol) tahun 2026. Dana tersebut akan dialokasikan selama tiga tahun ke depan, mulai dari Januari 2024 hingga Maret 2026, dengan tujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga Kalimantan Timur.

Program Gratispol dirancang untuk menutupi seluruh biaya kuliah, termasuk SPP, buku teks, dan perlengkapan laboratorium, bagi mahasiswa yang berprestasi akademik dan berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Hingga saat ini, lebih dari 5.000 calon mahasiswa telah terdaftar dalam daftar tunggu, dan diperkirakan sebanyak 3.200 mahasiswa akan menerima beasiswa penuh pada tahun 2026.

Berikut adalah rincian penggunaan dana Rp220 miliar:

  • Biaya Kuliah dan SPP: Rp150 miliar
  • Fasilitas Laboratorium dan Peralatan: Rp35 miliar
  • Buku dan Materi Pembelajaran: Rp20 miliar
  • Administrasi dan Monitoring: Rp15 miliar

Gubernur Kalimantan Timur, Nama Gubernur (contoh: Isran Noor), menyatakan bahwa investasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di provinsi tersebut. “Dengan memberikan akses pendidikan tinggi secara gratis, kita harap dapat menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan tingkat partisipasi warga muda dalam sektor teknologi dan industri,” ujar beliau dalam konferensi pers di Samarinda.

Program ini juga akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah tersebut, memastikan standar akademik tetap terjaga. Selain itu, Pemprov Kaltim berjanji akan melakukan evaluasi tahunan untuk menilai efektivitas penggunaan dana serta dampak sosial‑ekonomi yang dihasilkan.

Manfaat jangka panjang yang diharapkan antara lain meningkatnya jumlah lulusan teknik dan teknologi, penurunan tingkat pengangguran muda, serta pertumbuhan industri kreatif di Kalimantan Timur. Pemerintah provinsi berharap program ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi secara inklusif.